Colleges

Mari Belajar konversi bilangan (part 2)

Setelah sebelumnya kita membahas konversi bilangan biner menjadi desimal dan sebalikya. pada review kali ini, kita akan mengulas konversi bilangan heksadesimal

Bilangan heksadesimal merupakan sistem bilangan berbasis 16. Sistem bilangan heksadesimal menggunakan 16 simbol 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F. Tabel 1 menyatakan bahwa heksadesimal dan biner adalah ekuivalen untuk bilangan desimal 0 sampai 17. Kelebihan dari sistem heksadesimal ialah mampu mengubah secara langsung dari biner empat bit. Sebagai contoh, heksadesimal F merupakan singkatan dari bilangan biner empat bit 1111. Notasi heksadesimal khususnya digunakan untuk menyatakan bilangan biner. Sebagai contoh, bilangan heksadesimal A6 akan menyatakan bilangan biner delapan bit 10100110. Notasi heksadesimal digunakan secara luas dalam sistem yang berdasarkan mikroprocessor untuk menyatakan bilangan biner 8 bit, 16 bit atau 32 bit.
Photobucket

Untuk menyatakan dasar suatu angka, kadang-kadang ditambah subscript pada angka tersebut. Dengan menggunakan subscript angka 1010 menyatakan 10 obyek. Subscript (dalam contoh ini 10) menyatakan dasar 10, atau bilangan desimal. Penggunaan subscript angka 102 menyatakan 2 obyek karena merupakan bilangan biner (basis 2). Begitu pula dengan subscript angka 16 menyatakan 16 obyek karena merupakan bilangan heksadesimal (basis 16).
Sebagai contoh dalam mengubah heksadesimal menjadi biner adalah C316 sebagai berikut:

C = 12 = 1.23 + 1.22 + 0.21 + 0.20 = 1100
3 = 0.23 + 0. 22+ 1.21 + 1.20 = 0011

Jadi, biner dari C3 adalah 1100 0011

Contoh mengubah biner menjadi heksadesimal :
1110 = C
1010 = A
jadi bilangan biner 1110 10102 = CA jika dikonversikan menjadi bilangan heksadesimal

Contoh selanjutnya adalah konversi bilangan heksadesimal menjadi bilangan desimal. Misalnya pengubahan heksadesimal 2DB menjadi ekuivalen desimal. Nilai bagian untuk tiga bagian dari bilangan tersebut adalah :
digit ketiga : B = 1 x 11 = 11
digit kedua : D = 16 x 13 = 208
digit pertama : 2 = 256 x 2 = 512
jumlahkan 11+208+512 = 731

Sekarang proses mengubah desimal menjadi heksadesimal. Contohnya, mengubah desimal 47 menjadi heksadesimal. Caranya adalah bilangan 47 mula-mula dibagi dengan 16, hasilnya adalah 2 dengan sisa 15. Sisa 15 (F dalam heksadesimal) menjadi digit dengan bobot terkecil (LSD, least significantsimal. digit) dan bilangan desimal. Hasilnya (2 dalam contoh ini) dipindahkan ke bagian terbagi dan dibagi dengan 16. Hasil ini menjadi hasil bagi 0 dengan sisa 2. 2 menjadi digit selanjutnya dalam bilangan heksadesimal.
4716 : 16 = 2 sisa 15 -> F
2 : 16 = 0 sisa 2 -> 2
jadi bilangan heksadesimalnya adalah 2F.

Demikian konversi bilangan part 2, semoga bermanfaat🙂