Journal

21 Juta dari Rakyat untuk Mahasiswa


Mahasiswa..
Dalam buku sejarah seringkali disebutkan Mahasiswa adalah para pelopor.
Mahasiswa yang mencetuskan adanya sumpah pemuda..
Mahasiswa yang menculik Sukarno-Hatta dalam peristiwa Rengasdengklok sehingga Proklamasi 17 Agustus terjadi.
Mahasiswa yang mencetuskan Tritura pasca G-30 S/PKI dan memaksa Sukarno turun sebagai Presiden tahun1966
Mahasiswa yang meruntuhkan rezim orde baru dan mencetuskan era reformasi dalam demonstrasi 1998

Seakan-akan ini semua telah menjadi inspirasi bagi sebagian mahasiswa masa kini, sehingga demo menuntut perbaikan negeri di segala bidang sering terjadi. Kata orang, inilah mahasiswa yang idealis. Tidak dikendalikan oleh pihak manapun. Mau berjuang demi kepentingan rakyat dengan demonstrasi menyuarakan jeritan hati rakyat tertindas. Ya, inilah mahasiswa kritis.
Sebenarnya, saya mendukung gerakan-gerakan mahasiswa seperti ini, disaat sebagian besar orang sibuk dengan tugas-tugasnya, sibuk dengan ujian dan praktikum, atau sibuk dengan cewek/cowoknya yang lagi ngambek, mereka mau memikirkan hal lain untuk diperjuangkan.
Melihat kenyataan diatas, memang tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh para mahasiswa idealis tersebut. Tetapi ada baiknya kita melihat realita yang ada :


Ketika saya menjadi pemantau pada kegiatan Sorot (Social Responsibility Training) di ITS pada tahun 2010. Salah seorang pemateri (yang juga mahasiswa) dalam acara tersebut mengungkapkan “Jumlah Nominal yang dihabiskan oleh satu orang mahasiswa ITS tiap tahunnya adalah 24 juta rupiah. Jumlah ini adalah akumulasi dari penyediaan sarana dan prasarana, pengadaan buku di perpustakaan, gaji tenaga pengajar dan pegawai, dan lain-lain. Dari jumlah tersebut, yang harus dibayar oleh mahasiswa adalah sekitar 3 juta rupiah (diambil dari dana SPP yang dibayarkan per semester)” lalu darimana mereka menutup kekurangan 21 juta?
Tentu saja kekurangan ini ditanggung oleh negara dari anggaran APBN. Darimana APBN berasal? Dari pemasukan negara. Darimana pemasukan negara? Salah satunya yang terbesar adalah pajak. Darimana pajak berasal? Dari uang RAKYAT. Itu adalah pengeluaran per mahasiswa, bisa dibayangkan berapa dana untuk mahasiswa satu Universitas? Sayangnya fakta tersebut tidak diketahui oleh sebagian mahasiswa, bahkan ada yang mengetahui tetapi tidak memahami esensinya.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini banyak mahasiswa yang hobi TA (Titip Absen) atau dalam bahasa yang lebih sederhana : Bolos Kuliah. Atau mereka yang tidak serius dalam kuliah, malas mengerjakan tugas. Percaya atau tidak, sebagian dari para TA-wan ini adalah para mahasiswa kritis. Sebenarnya tidak semua aktivis melakukan tindakan-tindakan ini. Ada banyak mahasiswa kritis yang menjadi mahasiswa berprestasi, memiliki IPK cum laude, dan prestasi lainnya. Tetapi ada juga aktivis ‘ikut-ikutan’ : Mereka yang sangat pintar mengoreksi segala kebijakan dalam organisasi kampus, tentang bagaimana para perangkat organisasi (baik di Himpunan, BEM Fakultas, BEM Pusat) seharusnya bekerja, atau mengkritik kebijakan para petinggi kampus karena kenaikan SPP, atau bahkan mengkritik para pejabat negara. Sayangnya, mereka lupa satu hal : mereka lupa mengkritik diri mereka sendiri.


Boleh saja mereka protes ketika TKI dianiaya sampai meninggal di Malaysia
Boleh saja mereka protes ketika Anggota DPR buka video porno
Boleh saja mereka protes ketika penghuni stren kali digusur Satpol PP
Boleh saja mereka protes ketika pemerintah tidak membela kepentingan rakyat

Tetapi mereka harus ingat 21 juta rupiah per tahun dari rakyat telah diberikan kuliah mereka. 21 juta dari sopir angkot, pegawai, pedagang, tukang parkir untuk mereka menimba ilmu. 21 juta ini tidak diberikan secara cuma-cuma untuk kebutuhan mahasiswa, tetapi uang ini adalah amanah dari rakyat yang menaruh harapan agar di masa datang mereka yang menjadi pemimpin bangsa dan mampu membawa negeri ini menjadi negara yang makmur dan memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

(tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyalahkan para mahasiswa yang suka melakukan aksi –karena saya juga pernah ikut demo :)- tetapi tulisan ini dimaksudkan sebagai bahan renungan bagi kita semua untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik)

7 thoughts on “21 Juta dari Rakyat untuk Mahasiswa

  1. SETUJU!! Keinget kemaren Kepsek bilang, “Kalian harus lulus dengan nilai bagus, karena kalian kan sekolah juga pake uang rakyat, uang tukang bakso, uang tukang ojek kalian… “

  2. bambangpriantono said: Apalagi generasi sekarang kebanyakan mau enaknya sendiri…dan akhirnya tidak tangguh dalam menghadapi persaingan.

    yah begitulah mas.. beberapa yang saya temui memegang teguh prinsip TMDL (talk more do less).kadang-kadang jengkel juga menghadapi kayak gini🙂.. mohon doanya saja semoga generasi sekarang (termasuk saya) menjadi lebih baik lagi.. hehe

  3. missprita said: SETUJU!! Keinget kemaren Kepsek bilang, “Kalian harus lulus dengan nilai bagus, karena kalian kan sekolah juga pake uang rakyat, uang tukang bakso, uang tukang ojek kalian… “

    wah mbak, anda prita mulyasari yang pernah masuk tivi itu ya?? (hehehe just kidding)benar sekali, sangat disayangkan kalau kesempatan yang diberikan kepada kita untuk menimba ilmu di sia-siakan. mengingat tidak semua anak indonesia seberuntung kita yang bisa menikmati pendidikan..🙂, btw sepertinya habis unas ya?? Semoga Sukses!!😀

  4. huflepuff said: wah mbak, anda prita mulyasari yang pernah masuk tivi itu ya?? (hehehe just kidding)benar sekali, sangat disayangkan kalau kesempatan yang diberikan kepada kita untuk menimba ilmu di sia-siakan. mengingat tidak semua anak indonesia seberuntung kita yang bisa menikmati pendidikan..🙂, btw sepertinya habis unas ya?? Semoga Sukses!!😀

    Iyaa… Baru selesai🙂 Makasih dukungannya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s