Colleges

[Elektronika] : Sensor dan Signal Conditioning

Tujuan dari sistem pengukuran adalah untuk memberikan output kepada pengamat dengan nilai numerik dari variabel yang diukur. Pada umumnya nilai terukur tidak sama dengan true value dari variabel yang diukur. Dalam melakukan pengukuran terjadi beberapa perubahan bentuk dari besaran yang diukur. Sistem pengukuran terdiri dari beberapa elemen atau blok. Pada umumnya dibagi menjadi empat blok. Meskipun pada beberapa alat ukur terdapat lebih dari satu elemen atau sebaliknya, salah satu elemen tidak ada di alat ukur. Keempat elemen tersebut adalah sensing element, signal conditioning element, signal processing element, dan data presentation element.

Sensing element merupakan elemen pertama dalam sistem pengukuran, elemen tersebut melakukan kontak, menerima energi dari besaran yang ingin diketahui nilainya, dan memberikan output dengan satuan lain, misalnya thermocouple yang memberikan output dengan satuan milivolt dari inputan berupa temperatur, strain gauge yang menerima input berupa regangan dan memberikan output resistansi dan piezoelektrik. Sensing element atau sensor diklasifikasikan berdasarkan nilai output yang dihasilkan : elektrik dan mekanik, sensor dengan output elektrik diklasifikasikan lagi menjadi pasif dan aktif. Elemen pasif misalnya resistansi, kapasitansi, dan induktabnsi membutuhkan suber tegangan dari luar agar dapat memberikan sinyal output dari sensor berupa tegangan atau kuat arus. Sedangkan untuk elemen aktif misalnya elektromagnetik dan termoelektrik tidak membutuhkan power supply dari luar. Sensor dengan output ekanik biasanya berfungsi sebagai sensing element primer.

1

Elemen kedua dari sistem pengukuran adalah signal conditioning element. Elemen ini menerima output dari sensor dan mengkonversinya menjadi besaran dalam bentuk lain agar dapat diproses lebih lanjut. Biasanya output dari signal conditioning element berupa tegangan DC, kuat arus DC, atau sinyal frekuensi. Beberapa contoh signal conditioning element antara lain : wheatstone bridge yang mengkonversi perubahan impedansi menjadi perubahan tegangan, amplifier yang mengubah satuan milivolt menjadi volt, dan osilator.

Beberapa elemen, baik sensor maupun signal conditioning element merupakan komponen elektronika. Misalnya LDR sebagai sensor optik, sedangkan signal conditioning element biasanya lebuh kompleks dan terdiri dari berbagai rangkaian elektronik. Misalnya, wheatstone bridge merupakan rangkaian dari empat resistor dan galvanometer. Contoh lainnya adalah filter circuit yang merupakan gabungan dari beberapa resistor dan kapasitor.

Untuk File lengkap, silakan download disini :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s