Journal

Tindihan… lagi dan lagi..


Pernah mengalami kejadian seperti ini : bangun tidur, tetapi badan rasanya berat dan tidak bisa menggerakkan anggota tubuh, bahkan ujung jari? Kemudian ada sesuatu yang mencekik di tenggorokan sehingga ketika kita berteriak tidak ada suara yang keluar? Tidak jarang disertai dengan penampakan sosok bayangan di mata kita.
Fenomena ini sering disebut tindihan. Kata teman-teman saya, tindihan terjadi karena ada makhluk halus yang menindih tubuh saat tidur. Seseorang pernah mengalami satu kali tindihan dalam hidupnya (katanya). Saya sendiri pernah,eh sering mengalaminya, terutama sejak tahun kedua kuliah (dan pindah kontrakan).

Sebenarnya saya pernah mengalaminya saat SMA, tidak tahu kapan persisnya. Tetapi waktu kuliah ini, tidak hanya sekali dua kali. Paling tidak saya pernah mengalaminya hampir dua puluh kali.. hehee. Pengalaman pertama tindihan di jaman kuliah terjadi saat belum sebulan saya menempati kontrakan : Saat itu sekitar jam 12 malam. Saya tidur di kamar, sedangkan teman sekamar saya nonton tivi di ruang tengah. Beberapa menit terlelap. Mata saya terbuka, maksud hati hendak ke kamar mandi. Tetapi badan ini tidak bisa digerakkan. Jantung saya berdebar kencang, wihhh.. panik banget dah pokoknya. Di tengah keputus asaan menggerakkan badan, saya mencoba berteriak memanggil teman saya meminta pertolongan.
“Nggot.. Jenggot!!”
Tetapi tidak ada suara yang keluar. i have nothing to do. Jadinya, saya pasrah dan menunggu sampai bisa bergerak, atau mungkin tertidur lagi. Dalam kurun waktu sebulan pertama itu, lebih dari lima kali saya mengalami tindihan. Tidak hanya waktu istirahat malam. Bahkan ketika saya dapat kesempatan tidur siang juga tindihan. Pernah, dalam 1 kali tidur siang, saya mengalami tindihan berulang-ulang. Jadi…. tindihan, bisa bergerak, tidur lagi, tindihan lagi, bisa bergerak lagi, tidur lagi, tindihan lagi…. begitu seterusnya. Sungguh pengalaman yang menyiksa :p
Kejadian tindihan lain yang berkesan di hati *halah* terjadi saat saya tidur di sofa di ruang tengah kontrakan. Ketika jarum jam menunjukkan 2.30 pagi saya terjaga dan sekali lagi badan ini rasanya seperti ditindih setan. Cuma bisa menggerakkan mata kesana kemari dan mengamati keadaan sekitar. Selama kurang lebih dua puluh menit menunggu kepastian nasib. Saya melihat salah seorang teman keluar dari kamar menuju ruang tengah. Saya coba memanggil namanya
“Marr…. Damar…!!!
Then.. tetap saja tidak ada suara yang keluar.
Paginya saya bertanya ke teman saya tadi :
“Mar kowe mau bengi tangi terus metu teko kamar ta?”
“Hah… Enggak, turuku lo nyenyak koyo putri salju”
Lahhh… yang tadi malam saya lihat itu siapa? Jangan-jangan…….
Karena penasaran, saya browsing tentang kasus ini. Ternyata berdasarkan penelitian, tindihan tidak ada hubungannya dengan demit atau hantu lainnya, ini adalah fenomena wajar yang disebut Sleep Paralysis.Untuk info lengkap silakan baca disini


Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
– Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
– Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
– Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
– Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
– Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
– Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
– Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
– Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
– Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
– Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.

Saya simpulkan, bahwa tindihan yang saya alami akibat dari kurang tidur. (bagaiamana tidak. Tidur jam 1 sampai jam 2 pagi, kemudian jam 7 kuliah. Hehe). Saking seringnya tindihan, ketika mengalaminya lagi. Saya Cuma membatin dalam hati “Oooo… Tindihan….” dan menunggu sampai saya ‘benar-benar’ bangun.😀


15 thoughts on “Tindihan… lagi dan lagi..

  1. inilah salah satu hikmah dari bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam mengajarkan untuk tidur dg bersandar pada bagian tubuh sebelah kanan,bukan terlentang.🙂

  2. @gamaufiz : selain itu, tidur ala rasulullah juga membantu kerja lambung dalam mencerna makanan.Tapi selama ini saya bersandar di sebelah kanan dan tetap tindihan, hehee

  3. huflepuff said: @gamaufiz : selain itu, tidur ala rasulullah juga membantu kerja lambung dalam mencerna makanan.Tapi selama ini saya bersandar di sebelah kanan dan tetap tindihan, hehee

    Itu kan hikmah,bukan dalil,jadi bukan sesuatu yg pasti,hehe..Semoga tidak terjadi lagi ya tindihannya.Oh iya,udah pernah baca buku berjudul Panduan Amal Sehari Semalam karya Abu Ihsan Al Atsary?disitu ada cara tidur Nabi secara mendetail,insya Allah membantu untuk menghilangkan tindihan🙂

  4. @gamaufiz : ya, mungkin sebelum tidur saya kurang berdoa.. Jadinya tindihan :Damin… Thanks.. Akhir2 ini sudah jarang kok.Btw, ada bukunya yang softcopy?maybe i can download it.. Hehe..

  5. huflepuff said: @gamaufiz : ya, mungkin sebelum tidur saya kurang berdoa.. Jadinya tindihan :Damin… Thanks.. Akhir2 ini sudah jarang kok.Btw, ada bukunya yang softcopy?maybe i can download it.. Hehe..

    Afwan,saya tdk punya yg softcopy Coba googling aja atau masuk ke yufid.com,soalnya situs yufid.com itu sejenis search engine kayak google tapi udah disaring yg berisikan artikel2 islam.Semoga membantu.🙂

  6. ikanberenang said: gak heran ya kalo anak ITS banyak yang kena ‘beginian’ lah tidurnya subuh, kuliah jam 7… ya nasib… ^^

    Mau bagaimana lagi. Yang gak kuat ya pindah kampus. hahaha😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s