Journal

Keringat dan Cinta : Sebuah Hubungan Tak Terduga

Aktivitas yang berlebih bisa menyebabkan keluarnya keringat. Sebenarnya keringat sangat bermanfaat untuk mengeluarkan kelebihan panas dari dalam tubuh sehingga menjaga agar suhu badan konstan. Mengapa harus konstan? Agar proses metabolisme dan proses-proses lain tidak terhambat. Seperti halnya hewan berdarah panas yang lain yang suhu tubuhnya konstan. Pada beberapa mamalia yang tidak memiliki kelenjar keringat seperti babi, mereka mempertahankan suhu tubuh dengan cara berkubang di lumpur. (Bayangkan kalau manusia tidak bisa berkeringat, mau berkubang? hehe) Yah, pelajaran ini mungkin sudah pernah kita dapatkan waktu jaman sekolah. Tetapi tahu tidak. Ternyata keringat, khususnya pada pria bisa mengirimkan sinyal rangsangan kepada lawan jenis.

Bagaimana caranya? Sebuah study yang dilakukan di University of California Berkeley menyebutkan bahwa komponen dalam keringat pria bisa menaikkan level cortisol. Cortisol adalah hormon yang biasanya berhubungan dengan kewaspadaan atau stres pada wanita heteroseksual (maksudnya wanita normal, suka dengan lawan jenis). Di dalam keringat terdapat androstadienone ( Bahan yang biasa dipakai sebagai zat aditif di parfum dan cologne) yang bisa mempengaruhi mood, gairah s*ksual, psikologis, dan aktivasi otak pada wanita.

Dengan kata lain keringat bisa berfungsi sebagai feromon, yang lazimnya diproduksi oleh beberapa hewan (terutama serangga) untuk menarik lawan jenis. Lebih jauh lagi, keringat yang dihasilkan pria, terutama bagian underarm (tahu kan artnya?) bisa menaikkan mood wanita dan mempengaruhi sekresi hormon luteinizing yang normalnya terlibat dalam stimulasi ovulasi pada wanita.

Untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh androstadienone yang terkandung dalam keringat. Para peneliti di Berkeley melakukan uji coba terhadap 40 volunteers yang semuanya wanita. Mereka diminta mencium botol berisi androstadienone. Selama dua jam selanjutnya sampel dari cairan yang dihasilkan kelenjar saliva (ludah) mereka diambil untuk menentukan kadar cortisol. Setelah diteliti, wanita yang mencium androstadienone mood-nya meningkat dan menimbulkan gairah s*ksual yang tinggi. Sementara respon psikologis mereka (tekanan darah, detak jantung, dan nafas) juga meningkat.

Hmm. Bahkan keringat yang bagi sebagian orang mengganggu/jorok pun bermanfaat bagi kita. Sudah sepantasnya kita mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita, termasuk nikmat untuk berkeringat. Semoga bermanfaat dan Happy Fasting 🙂

13 thoughts on “Keringat dan Cinta : Sebuah Hubungan Tak Terduga

  1. Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaahahhaa… siapa bilang? kalo keringatnya kelewat asyem sih pada ogah kale… yang enak itu wangi alami pasangan… emm… sekitar 1-2jam setelah mandi tanpa parfum… aku dulu suka ngendusin, tapi sayang pasangan yang sekarang jauh… hahahhaa *hayaaaaaahhh..opppsss…puasa* :))

  2. wah…. baru tahu neh… terimakasih infonya. tapi gak pede kalau baunya gak enak… jangankan orang lain… diri sendri juga bisa nyium baunya lama-lama….🙂

  3. myelectricaldiary said: nyaaammm,,, nyaaammmm,,,thanks infonya ya yo ;-)semua yg ciptakan Allah emang berguna😉

    nyammm <- lg jilat? wakakakk piss :psama2 Ray,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s