Journal

Pengalaman Tidak Biasa di Bulan Ramadhan : Mengungsi Tidur di Rumah Sakit

Hampir setiap hari selama bulan puasa saya bolak-balik Surabaya-Gresik. Dari rumah ke Kampus, kemudian ke rumah lagi. Siang hari berangkat ke Kampus di Surabaya, sorenya (menjelang maghrib) atau pernah setelah tarawih baru pulang ke Gresik. Sedikit capek sebenarnya, pernah pada saat pulang ke Gresik, saya tertidur di lampu merah, bertengger di atas stang motor. Beberapa menit kemudian klakson kendaraan lain berbunyi membangunkan saya, pertanda bahwa lampu sudah hijau. Kalau sudah waktunya rapat, bisa sampai jam 2 malam baru sampai rumah, hehe.

Mungkin aktivitas-aktivitas ini membuat badan sedikit drop, sampai puncaknya tanggal 24 Agustus saya demam sampai menggigil waktu malam hari. Besoknya saya (terpaksa) check-up ke klinik setelah didesak orangtua. Untung saja waktu itu klinik sepi (ternyata benar, bulan Ramadhan hanya sedikit orang yang sakit : ) ) jadi saya tidak perlu mengantri lama. Saat konsultasi ke Dokter, dia meminta saya cek darah di lab. Hehe, biarpun saya sudah sering diusuk-tusuk tetap saja saya males. kalau boleh memilih saya lebih suka tidak melakukannya. Dan dimulailah tusukan pertama saya di hari itu.

Hasil tes darah keluar beberapa menit kemudian, syaa langsung membawanya ke doter tadi. Sebelum saya serahkan saya sempat mengintip hasilnya. Tipus A, Tipus O, Paratipus, semuanya negatif. Untunglah, sepertinya saya langsung boleh pulang. Namun, dokter yang membaca hasil tes langsung berseru dengan prihatin :

lho masss………

Kedengarannya tidak bagus, saya langsung menyadari kalau memang ada yang di bawah normal.

Kenapa dok? trombositnya kurang ya?

Iyaa…..

Jadi…. Kena Demam Berdarah ya dok?

Iyaaa….. Opname ya mas

Ooo.. Yo weslah *pasrah*

Saya lupa bagaimana rasanya opname, mengingat terakhir kali diopname waktu masih bayi pas kena diare. Hehe, kenapa harus di bulan puasa?

Mas segera ke UGD ya, langsung diinfus, nanti langsung kita bawa ke rumah sakit pusat

Tapi, tapi, tapi

Sebenarnya saya tidak rela membatalkan puasa saat itu juga (dengan diinfus), saya mencoba mengulur waktu dengan pulang terlebih dahulu dan memberitahu orang tua, sekalian membaw
a baju ganti dan benda paling penting : Laptop + modem..😀. Yaaa. pada akhirnya ujung-ujungnya puasanya batal juga. Saya diinfus dan dibawa ke ambulans, kemudian dibawa ke rumah sakit Petrokimia Gresik, seperti pasien sebenarnya. Bahkan diantar ke kamar pun pakai kursi roda. Padahal saat itu saya masih bisa lari.

Teman-teman yang mengetahui saya masuk rumah sakit tidak percaya

Loo.. awakmu iso loro ta?

Lo, awakmu mlebu rumah sakit. gak salah?

“walahh..koen iso loro pisan tah ternyta..ha3..”

Kok sakno nyamuk sing mangan darahmu, pasti langsung mati

koyo uwong ae, iso loro

Dan bermacam-macam komentar lain. Heheee

Hari pertama di rumah sakit ternyata tidak terlalu buruk. Makan siang datang diantar, ada snack kalau sore. dan ditambah beberapa suntikan baik lewat infus maupun kulit. Sore harinya, teman-teman saya yang magang di Gresik datang menjenguk. Sepanjang hari saya lewatkan waku dengan online. Dan seperti biasa malamnya saya tidak bisa memejamkan mata dan baru tidur jam satu pagi (padahal katanya harus istirahat. :p ). Pagi harinya saya terbangun jam 5 karena ada pemeriksaan dan (sekali lagi) injeksi. Kemudian sarapan datang, dan ada room service juga (seperti menginap di hotel saja). Lebih banyak teman yang datang berkunjung (dengan bingkisan yang lebih banyak juga). Tentu ini sangat menyenangkan saya. Bukan karena bingkisannya, tetapi karena kedatangan mereka😀. Besok malamnya, saya nonton bareng film SAW III di laptop dengan teman baru saya, Bapak-bapak dari NTT, penunggu di kasur pasien sebelah. Hehe.

So on, Alhamdulillah kesehatan saya pulih dengan cepat (memang sebenarnya saya sudah merasa sehat sejak hari pertama masuk, tapi ini instruksi dokter). Hari keempat (tanggal 28 Agustus) saya pulang dijemput sepupu. Sore harinya langsung ikut buka bersama alumni Remas di SMA (meskipun tidak ikut puasa) .

Kesan pertama saya, ternyata opname tidak seburuk yang dikatakan banyak orang. Selama empat hari di rumah sakit saya merasa sedang menginap di hotel dengan tangan diinfus. Mendapat kunjungan rutin dari perawat yang murah senyum, mendapat room service setiap pagi, dan diantar makanan tiga kali sehari. Kalau beruntung bisa mendapat bonus kunjungan dari teman-teman. Yah, as long as kita selalu bersyukur dengan keadaan apapun yang sedang kita alami, semua terasa menyenangkan. Hehe.

selamat menunaikan ibadah puasa di hari terakhir Ramadhan 1432 H. Semoga semua amalan kita diterima di sisi Allah SWT🙂

15 thoughts on “Pengalaman Tidak Biasa di Bulan Ramadhan : Mengungsi Tidur di Rumah Sakit

  1. bambangpriantono said: Sempat2e narsis rek

    mumpung kumpul mas.. waktu itu ada buber SMA, g bisa datang. malah mereka yang yang datang ke RS, yah, sekalian buat kenang-kenangan.. hwehehehe😀

  2. Alhamdulillah lek wis waras maneh yo nak. Tante melok seneng. Tak kandani, lek wis sepisan kenang DBD kudu ngati-ati, isok keno maneh. Anak-anakku mbiyen sik jaman lulusan SD karo lulusan SMP karo-karone mlebu RS. Sing cilik oleh mulih ndisikan, mung 5 dina, sijine maneh seminggu ganep. Tapi dikandani doktere yen pas epidemi DBD kudu waspada ojok ngantek kumat. Ponakanku onok sing tau kumat lho. Dadi ngati-atio wae.Sepurane yo nak Haryo, Selamat Idul Fitri masiyo aku kenalanmu sing anyaran.

  3. fuyuki said: saya juga sempet tifus, jaga kesehatan ya…health is the first thing of being wealthy

    yoa, ini juga sialnya saya myngkin. biasanya jaga kesehatan terus kok. hehe.. Thanks🙂

  4. bundel said: Alhamdulillah lek wis waras maneh yo nak. Tante melok seneng. Tak kandani, lek wis sepisan kenang DBD kudu ngati-ati, isok keno maneh. Anak-anakku mbiyen sik jaman lulusan SD karo lulusan SMP karo-karone mlebu RS. Sing cilik oleh mulih ndisikan, mung 5 dina, sijine maneh seminggu ganep. Tapi dikandani doktere yen pas epidemi DBD kudu waspada ojok ngantek kumat. Ponakanku onok sing tau kumat lho. Dadi ngati-atio wae.Sepurane yo nak Haryo, Selamat Idul Fitri masiyo aku kenalanmu sing anyaran.

    nggih bunda. Alhamdulillah🙂. Biasanya jarang sakit kok bunda. mungkin ini karena jarang makan pas puasa. semoga kita seua diberi kesehatan.Saya juga minta maaf kalau ada salah bunda, mungkin lidah saya pernah ‘kepleset’ atau ada rindakan yang kurang berkenan (harusnya saya yang nyuwun pangapuro lebih dulu, sing enom. hehe). Semalat Idul Fitri. Senang berkenalan dengan Bunda😀

  5. alhamdulillah sudah fit lagi. semoga sehat selalu….drpd diopname mending di rumah aja… alias sehat. semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada kita semua… aamiin

  6. jampang said: alhamdulillah sudah fit lagi. semoga sehat selalu….drpd diopname mending di rumah aja… alias sehat. semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada kita semua… aamiin

    Aminn… semoga kita diberi kesehatan jasmani dan rohani🙂

  7. @anas : Iyo mas. Dengan penuh perjuangan ni nulisnya, (soalnya males nulis).Hahaha, mas Anas bukan orang pertama yang bilang gitu kok, teman2 saya yang lain juga heran.😀, namanya juga pindah kamar tidur, bukan opname. :p.Semoga mas anas sehat2 saja..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s