Journal

Lika-liku kehidupan Hijra : Kaum Transgender di India

Sudah seminggu ini saya sama sekali tidak nonton TV karena TV di kontrakan rusak. Untung saja kerinduan saya menonton TV terobati karena akhir pekan ini saya bisa pulang ke rumah. Ketika saya memindah-mindah channel TV, secara tidak sengaja saya melihat program dokumenter yang membahas masalah jenis kelamin ketiga di dunia. Yahh, tidak jauh-jauh dari bencong.. hehehee. Dalam tayangan tersebut diceritakan bagaimana kehidupan kaum transeksual di India yang disebut Hijra. Umumnya kaum Hijra adalah transgender yang jenis kelamin asalnya laki-laki, dan menjadi perempuan. Seperti halnya kehidupan kaum transgender di berbagai belahan dunia, Hijra adalah kaum terpinggirkan. Mereka dikucilkan oleh masyarakat di sekitarnya yang tidak bisa menerima kehadiran kaum transgender.

Gambar 1 Kaum Hijra di India

Kata Hijra di India kadang-kadang digunakan sebagai penghinaan kepada orang lain. Kesempatan kaum Hijra untuk memasuki dunia kerja sangat terbatas. Kebanyakan diantara mereka mendapatkan penghasilan melalui tampil di berbagai upacara, menjadi pengemis,pengamen, atau yang populer perkerja seks. Kekerasan terhadap kaum Hijra sering terjadi bahkan cenderung brutal terutama kepada hijra yang berprofesi sebagai pekerja seks. Kekerasan ini terjadi baik di lingkungan masyarakat secara umum, kantor polisi, lembaga pemasyrakatan, dan rumah mereka sendiri. Seperti yang terjadi di hampir semua tempat mereka juga didiskriminasi dipelayanan kesehatan, perumahan, pendidikan, pekerjaan, imigrasi, hukum, dan berbagai birokrasi lain yang hanya bisa diisi oleh laiki-laki/perempuan.

Kaum Hijra dapat ditemui di jalan, kereta api, atau tempat publik lain untuk meminta-minta uang dari orang lain.Jika ditolak. Kaum Hijra biasanya akan berusaha lebih keras mulai dari gerakan cabul, sampai pertunjukan yang mempertontonkan seksualitas. Di India misalnya, mereka akan mempertontonkan bagian tubuh pribadi mereka jika si korban tidak memberi mereka uang. Hijra juga tampil di upacara pernikahan dan upacara kelahiran bayi laki-laki untuk mengisi pertunjukan musik, bernyanyi, sampai menari erotis. Mereka diyakini bisa membawa keberuntungan dan kesuburan. Walaupun seringkali mereka datang tanpa undangan. Orang yang memiliki hajat biasanya memberi mereka uang, karena mereka takut akan mendapat kutukan, mendapat kesialan dan ketidaksuburan jika tidak menyenangkan hati si Hijra. Namun dari uang yang mereka terima. Mereka bisa mendoakan orang yang punya hajat. Beberapa orang percaya bahwa doa kaum Hijra manjur. Kaum Hijra yang tidak pernah terlibat kegiatan seksual bisa menyalurkan energi seksual mereka untuk melimpahkan anugerah atau kutukan.

Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kehidupan kaum Hijra, mendapatkan cibiran dari masyarakat. Kesulitan mencari sumber penghasilan dan seringkali diperlakukan secara kasar. Namun, ada masa dimana kaum Hijra merasa istimewa. Berawal dari kisah Mahabarata yang menceritakan perang kuruksethra antara Pandawa dan Kurawa. Untuk memenangkan peperangan, Pandawa mengorbankan salah satu dari dari anggota mereka yang memiliki 10 keistimewaan. Diantara Pandawa hanya ada dua yang memenuhi syarat : Krisna dan Aravan. namun tawaran ini tidak berlaku untuk Krisna yang merupakan titisan dewa wisnu, maka kehormatan ini dialamatkan kepada Aravan. Satu hari sebelum perang dimulai (artinya satu hari menjelang aravan dikorbankan) Aravan mengajukan permintaan untuk menikah. Namun, tidak ada satu pun wanita yang mau menjadi pengantin dan menjanda dalam sehari. Karena itu, Krisna merubah dirinya menjadi wanita yang bernama Mohindi dan menikahi Aravan.

Gambar 2 Kesedihan kaum Hijra setelah ditinggal Dewa Aravan

Dilatarbelakangi cerita tersebut, setiap tahun pada bulan April dan Mei kaum Hijra memperingati festival selama 18 hari. Mereka berdandan seperti halnya wanita, mengenakan baju pengantin tradisional wanita India, membeli tali dan memakai gelang kaca. Mereka akan menjadi pengantin dan dinikahkan dengan dewa Aravan di kuil Aravan yang terletak di Distrik Villupuram. Para Hijra dari seluruh penjuru India datang ke tempat ini. Secara simbolis kaum Hijra dinikahkan di dalam kuil oleh pendeta dengan cara mengikat simpul pada tali yang mereka beli sebelumnya. Dalam festival ini juga diadakan kontes kecantikan. Setelah dinikahkan dengan Dewa Aravan, mereka sangat bersukacita. Salah seorang peserta festival ini mengatakan bahwa dia mendapatkan hal paling menyenangkan yang tiada duanya di dunia ini. Berbagai selebrasi dipertontonkan untuk menunjukkan bagaimana bahagianya mereka. Namun kebahagiaan tersebtu tidak berlangsung lama. Sesuai dengan cerita, suami mereka Dewa Aravan meninggal keesokan harinya dan mereka menjadi janda. Tali yang diikatkan kepada mereka dan gelang kaca yang mereka pakai dipecahkan. Kegembiraan mereka digantikan dengan dukacita yang mendalam. Para janda dewa Aravan ini saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu meratapi kepergian suami mereka.

References :

http://en.wikipedia.org/wiki/Hijra_(South_Asia)

http://natgeotv.com/uk/taboo/videos

indiaoutsidemywindow.com

14 thoughts on “Lika-liku kehidupan Hijra : Kaum Transgender di India

  1. anazkia said: Hmmm…membaca tulisan ini, pikiran saya berkecamuk *halaghsungguh realitas sosial yang kadang saya sendiri sulit memahaminya

    Di satu sisi, kita mungkin merasa aneh dengan kehadiran mereka (bahkan risih :p ). Tapi di sisi lain. Tragis juga ya mbak.. Mungkin ada juga yang membatin ‘sapa suruh jadi bencong’ hehehee

  2. Oh, hasilnya mas Wiki ya nak? Pantesan semula agak mbatin, “iki kok bisa-bisane nyatet tontonane ngantek teliti koyok ngene iki?” TFS ya nak, saya kebetulan memang nggak nonton kok.

  3. tuneman said: Sering penarasan kelompok ini kalo ke WC msk yg mana ya? Pria ato Wanita? he he…

    Benar juga ya.. belum pernah kepikiran dimana buang air nya kaum pondan..Kalau di Malaysia bagaimana pakcik? hhehehehee..next question : kalau buang air, berdiri atau duduk?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s