Journal

Kartu ATM Hilang, Saldo pun Hilang

Akhir bulan November kemarin menjadi masa yang cukup berat bagi saya, apalagi kalau bukan karena tugas akhir yang sampai sekarang masih belum bisa dipastikan nasibnya. Untuk menghilangkan kepenatan. malam minggu saya main ke Tunjungan Plasa bersama salah seorang teman dari pulau garam. Teman saya yang satu ini termasuk orang paling pintar di angkatan kami. IP nya semester 6 kemarin 3,96 ( ini IP apa IP??). Kepintarannya sudah terdengar sampai ke dosen-dosen di lingkungan kampus. Tidak heran dia selalu kebanjiran job untuk menjadi asisten dosen. Selain jenius, dia juga termasuk golongan ‘Rempon’ (Remaja Pondok) dan sudah hafal dua juz. Belum lagi bacaan-bacaan hadistnya. Yah, pokoknya mahasiswa idaman lah. Kontras sekali dengan saya.
Tapi yang namanya manusia, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun pandai dan kebersihan hatinya masih terjaga. Teman saya masih belum mengenal gemerlap dan kejamnya kota Surabaya yang notabene termasuk kota besar di Indonesia. Seumur hidupnya dia belum pernah ke Tunjungan Plasa, Delta Plasa, Grand City, dan Mall lain. Ke Mc Donald juga belum pernah. Karena itulah saya sengaja mengajak dia jalan-jalan. Takjub, itulah reaksinya saat pertama kali menyaksikan TP. Dengan bangunan 8 lantai yang luas. Tapi yang paling membuat dia terheran-heran adalah pakaian orang-orang berseliweran di dekat kami (terutama perempuan) yang seperti baju kekurangan kain. Dia berbisik kepada saya :
“Ya ampun, padahal di pondok, laki-laki sama laki-laki aja harus menjaga aurat. Kalau disini kok kayak gini. Menjaga pandangan aja sudah nggak bisa, Astaghfirullah”
saya yang mendengar bisikannya tentu saja tertawa, pikirannya benar-benar masih polos, hehe. Kami menuju ke toko buku yang memang menjadi favoritnya dan menghabiskan waktu beberapa jam untuk melihat buku-buku ‘bagus’ (terutama buku pemrograman MATLAB, image processing, Pemodelan sistem dinamik, termodinamika, dan lain-lain).
Dua hari setelahnya, tepatnya Senin dini hari saya baru menyadari kalau saya kehilangan sesuatu pada saat bertandang ke TP. Jam dua pagi, perut saya lapar dan saya mencari sesuatu untuk mengganjal perut. Dengan penuh percaya diri saya mengambil uang di ATM yang terletak di Supermarket dekat kontrakan. Namun saat memeriksa dompet ternyata kartu ATM (sekaligus kartu mahasiswa) saya hilang . Tanpa membuang waktu, beberapa jam setelah kejadian saya langsung ke Bank BN* cabang ITS untuk memblokir kartu ATM naas tadi, agar tidak disalahgunakan jika ada pihak-pihak tak bertanggungjawab yang mungkin beruntung menemukannya, dan dalam hitungan menit setelah dilayani oleh Costumer Service, ATM saya sukses diblokir. Tapi masalahnya belum selesai, saya masih memerlukan kartu mahasiswa untuk administrasi di kampus. Jika nanti waktu UAS telah tiba dan kartu mahasiswa tidak ada, bisa terancam tidak bisa mengikuti UAS.

image cortesy of businessinsider.com
Beberapa minggu berselang, hari Selasa (13/11/2011) saya kembali mengunjungi Bank BN*. Berita baiknya, kartu ATM saya ditemukan . Sesuai dengan kecurigaan saya, kartu itu tertelan saat mengambil uang di TP. Hehe, satu masalah selesai. Costumer Service tadi juga mengecek transaksi dalam buku tabungan untuk memastikan. Saya sudah yakin kalau aman-aman saja, karena ATM nya sudah diblokir. Tetapi ternyata dugaan saya meleset.
“Pak, ini ada transfer 100 ribu ke rekening lain”
Dalam hati saya membatin, mengapa saya selalu dipanggil pak? padahal umur saya masih awal 20 an –“. Tetapi saya mengabaikan sapaan tadi dan melanjutkan.
“Transfer kemana mbak?”
“ini ke gre*npeace , Bapak ikut programnya ya?”
“Oh, saldo saya tersedot otomatis?”
“Iya Pak”
Imajinasi saya langsung melayang ke masa beberapa bulan sebelumnya, saat mengunjungi pameran IT di Grand City. Ketika hendak meninggalkan pameran, seorang SPG memperkenalkan program gre*npeace yang sampai sekarang saya masih belum begitu paham. Intinya menyelamatkan dunia dari kehancuran dan menjaga agar bumi tetap hijau. Yah, saya tidak bisa menangkap satu persatu kalimat yang diterangkan oleh SPG nya karena dia berbicara dengan tempo yang luar biasa cepat, seperti orang mau melahirkan yang mengejar dukun beranak :p. Mengikuti kegiatan sosial seperti itu memang hobi saya sih, jadi saya tidak curiga ketika dia meminta saya mengisi biodata selengkap-lengkapnya, namun saya berhenti sesaat ketika membaca poin : “donasi setiap bulan”. Saya memandang SPG dan bertanya
“Mbak ini harus bayar ya? kalau misalnya tidak menjadi donatur bagaimana?”
“Kalau tidak menumbang tidak apa-apa mas, yang penting dengan mengisi form ini mas sudah menyatakan dukungan ke gre*npeace.”
Oh, saya mengangguk-angguk saja. Selain mengisi formulir, saya juga diminta menyertakan fotokopi kartu identitas (yang saya kirimkan beberapa hari setelahnya melalui email).
Kembali ke masa kini, saya tersadar, kalau memang pernah bersinggungan dengan gre*npeace. Tetapi saya sama sekali tidak pernah dikonfirmasi kalau harus menyumbang tiap bulan. Jadi selama kurang lebih
enam bulan ini saldo tabungan saya disedot Rp 100.000,00 tiap bulannya. Costumer Service Bank yang baik tadi menanyakan apakah saya punya contact person gre*npeace, dan menyarankan agar segera menghubungi nomer tersebut dan menghentikan penyedotan uang yang saya alami. Jangankan contact person, bahkan profil facebook SPG tadi pun saya punya . Costumer service tadi juga menambahkan kalau memang masih dipersulit saya dipersilakan untuk menghubungi Call Center Bank.
tetapi sampai sekarang saya masih belum menghubungi SPG tadi. saya masih malas mengurusnya karena banyak tanggungan dan tugas yang belum saya selesaikan (tapi masih sempat ngempi, hehee). Nanti sajalah, kalau sudah akhir bulan. Ternyata mengecek transaksi tabungan memang perlu, selama ini saya tidak pernah mengunjungi bank sama sekali, kecuali saat membayar SPP kuliah. Saya juga tidak pernah mengingat-ingat saldo di tabungan, hhee. Yah, paling tidak ada hikmahnya juga kartu ATM saya sempat hilang. Kalau tidak saya mungkin tidak pernah menyadari kalau ada yang mengambil uang saya tiap bulan tanpa izin 🙂

68 thoughts on “Kartu ATM Hilang, Saldo pun Hilang

  1. eh kok g nyadar ktm nya ke sedot?btw.. sama nieh.. sy jg sedikit cuex dengan mengingat jumlah saldo.. karena jumlah nya yg g banyak kali ya haha tpi bener nie.. mesti lebih perhatian sedikit.. humm

  2. gambarpacul said: keren lah jadi donatur greenpeace….

    psssttt.. sudah disensor tuh mas, hahaamales lah mas, buat biaya hidup saja sudah susah :p. Ini malah untuk sesuatu yang belum jelas..

  3. penasulung said: eh kok g nyadar ktm nya ke sedot?btw.. sama nieh.. sy jg sedikit cuex dengan mengingat jumlah saldo.. karena jumlah nya yg g banyak kali ya haha tpi bener nie.. mesti lebih perhatian sedikit.. humm

    Biasa mbak, lagi amnesia kayak Nunun.. hahaaaIya, siapa tahu ada pencuri tak terdeteksi :p

  4. ruangrindukita said: memang yaa selalu ada hikmah dari setiap kejadian….🙂

    Hehe, benar sekali🙂.semua tergantung dari kita sendiri, apakah kita mau belajar dari pengalaman atau tidak.

  5. anotherorion said: hmm greenpeace ngapusi dong, tapi kok iso ngerti rekeningmu neng BNI kuwi lho sik tak anehi

    Yoa mas priyo, makane iku.. nek gak salah sih memang waktu itu disuruh ngisi nomer rekening juga (dan saya belum curiga waktu itu), tapi tetap saja merasa dikibuli, lha wong konfiormasinya tidak harus membayar –“

  6. srisariningdiyah said: kalo gak setuju donasi kog greenpeace bisa tahu nomor rekeningmu?

    di formnya saya ngisi nomer rekening juga mbak arie, :pWaktu ada opsi besarnya biaya yang disumbangkan tiap bulan, tidak saya isi. Lha wong keterangan SPG nya boleh tidak menyumbang. –“

  7. anotherorion said: wooo berarti nek gak SPGne sik gebleg yo anu green peace e opo bedane karo content provider via operator brengsek nek kuwi

    both of them, koyoke. hahaaa.. nek iki lebih gila lagi mas priyo, nyedote gak tanggung tanggung. nek diitung totale iso digawe tuku HP cino sing ono TV ne kuwi.. hahaaa😀

  8. anotherorion said: heeh jewer ae SPGne nek gak dipacari wae ding nek cakeb

    Aku duwe profil fb ne lo mas. biasane nek online wong e yo nyopo aku (iki ulo marani gepuk jenenge) . piye jal, arep njewer yo gak tego.. Hahaaa..

  9. huflepuff said: di formnya saya ngisi nomer rekening juga mbak arie, :pWaktu ada opsi besarnya biaya yang disumbangkan tiap bulan, tidak saya isi. Lha wong keterangan SPG nya boleh tidak menyumbang. –“

    berarti salah dirimu hehenggak boleh sembarangan ngasih nomer rekening di atas surat pernyataan lho, kan bisa direkayasa karna udah ada tandatanganmu

  10. srisariningdiyah said: pihak bank juga pasti dikasih salinan surat yang udah kamu tandatangani tuh, makanya bisa autodebet… mending cepet2 dibatalin aja transaksi autodebetnya biar gak terus2an tiap bulan

    Hmm, saya belum tahu ada mekanisme seperti itu mbak arie, setahu saya bayar listrik pun tidak bisa otomatis seperti itu, mungkin karena ada tanda tangan di formulirnya ya? dan bisa jadi form tadi dicentang sendiri tanpa sepengetahuan saya.. –“Iya, memang ini saya mau hubungi SPG nya mbak, Thanks Bu Pres🙂

  11. srisariningdiyah said: berarti salah dirimu hehenggak boleh sembarangan ngasih nomer rekening di atas surat pernyataan lho, kan bisa direkayasa karna udah ada tandatanganmu

    yah, saya masih belum tahu kejamnya dunia perbankan mbak. Tapi saya juga tidak merasa bersalah sih –“. Mungkin terlalu positive thinking ya :p

  12. akunovi said: Ooooh, Hmmm *lagi mikir*Tapi kok bisa? Kan ttp ada persetujuan dulu, apa form itu? Apa karena menyertakan copy pengenal? *masihbingung*

    ada tanda tangannya teh,Jadi form itu ditunjukkan ke bank dan (saya rasa) persetujuan pembayaran bulanan tadi dicentang secara sepihak. Dengan senjata itu, penyedotan uang bisa dilakukan(berdasarkan penjelasan mbak arie :D)

  13. akunovi said: Iya, iya :DSaya baru nyambung pas baca komen mbak ari.Wew, pelajaran bgt nih. Buruan atuh diurus biar nggak kesedot terus, buruan😀

    Iya non😀.100.000 sangat berharga untuk mahasiswa. hheee

  14. Matur nuwun ceritane yo nak, biso kanggo peringatan nang anak-anakku. Mugo-mugo cik ben rejekimu biso lancar sakteruse nak. Tur barokah pisan, jalaran ikhlas disedoti satus ewon saben-saben sasi.

  15. bundel said: Matur nuwun ceritane yo nak, biso kanggo peringatan nang anak-anakku. Mugo-mugo cik ben rejekimu biso lancar sakteruse nak. Tur barokah pisan, jalaran ikhlas disedoti satus ewon saben-saben sasi.

    Alhamdulillah, saya senang kalau ceritanya bisa bermanfaat bunda🙂.wahh, doanya banyak sekali. Amin..Amin.. Aminn.. Thanks a lot semoga Bunda juga dilancarkan rizkinya dan senantiasa sehat Wal Afiat😀

  16. afemaleguest said: pernah juga “ketemu” stand greenpeace, tapi begitu orang gp ngomong soal donasi, aku ngacir:-D

    Wah, mabk nana beruntung🙂. Penjaga standnya bukan cowok ya mbak? hahaa

  17. kalo baca2 pengalaman orang di inet, susah untuk proses menghentikan donasi greenpeace ini, walaupun dari awal dibilang “bisa dihentikan kapan saja” dan kebanyakan memang nominal diisi oleh pihak greenpeace kalau perbincangan gak jelas seperti yang Haryo alami… apalagi Haryo itu menandatangan form donasi lho, jadi kedudukan mereka lebih kuat, jadi tetep aja Haryo yang salah karena ceroboh… saranku, mendingan lapor ke pihak bank untuk mengurus bikin atm baru deh, karena kecil kemungkinan sukses menghubungi greenpeace untuk cancel transaction…that’s what i did, aku juga pernah kog donai tiap bulan 50 ribu, setelah beberapa tahun aku mau brenti ga bisa alias susah ya aku kosongin aja rekeningnya hehe

  18. srisariningdiyah said: kalo baca2 pengalaman orang di inet, susah untuk proses menghentikan donasi greenpeace ini, walaupun dari awal dibilang “bisa dihentikan kapan saja” dan kebanyakan memang nominal diisi oleh pihak greenpeace kalau perbincangan gak jelas seperti yang Haryo alami… apalagi Haryo itu menandatangan form donasi lho, jadi kedudukan mereka lebih kuat, jadi tetep aja Haryo yang salah karena ceroboh… saranku, mendingan lapor ke pihak bank untuk mengurus bikin atm baru deh, karena kecil kemungkinan sukses menghubungi greenpeace untuk cancel transaction…that’s what i did, aku juga pernah kog donai tiap bulan 50 ribu, setelah beberapa tahun aku mau brenti ga bisa alias susah ya aku kosongin aja rekeningnya hehe

    Huaa.. ternyata gawat juga ya mbak –‘. Jadi ceritanya menyelamatkan bumi dengan menguras tabungan ini. Sigh…saya coba hubungi CS BNI langsung kalau gitu. Katanya pihak Bank bisa membantu menghentikan sedot menyedot nya. semoga masih bisa.Rekening Mbak Arie bukan BN* kan? hheee

  19. ndang ditelpon mbak SPG e.. Bilang ke mbak SPG nya, “mbak, dah punya pacar belum? aku mau menghentikan kontrak green peace bagaimanapun caranya. demi kelangsungan hidup kita bersama..”

  20. isaanshori said: ndang ditelpon mbak SPG e.. Bilang ke mbak SPG nya, “mbak, dah punya pacar belum? aku mau menghentikan kontrak green peace bagaimanapun caranya. demi kelangsungan hidup kita bersama..”

    Barusan saya buka profilnya kok mas..Ternyata sudah punya pacar.. :pjurus dipatahkan

  21. huflepuff said: Huaa.. ternyata gawat juga ya mbak –‘. Jadi ceritanya menyelamatkan bumi dengan menguras tabungan ini. Sigh…saya coba hubungi CS BNI langsung kalau gitu. Katanya pihak Bank bisa membantu menghentikan sedot menyedot nya. semoga masih bisa.Rekening Mbak Arie bukan BN* kan? hheee

    engga, aku pake mandiri kemarin untuk greenpeacekalo ga salah sekarang minimal 80 ribu yah donasinya, heran kog donasi pake minimal hehe

  22. srisariningdiyah said: engga, aku pake mandiri kemarin untuk greenpeacekalo ga salah sekarang minimal 80 ribu yah donasinya, heran kog donasi pake minimal hehe

    Yah, semoga BN* bisa memfasilitasi.. :DLa iya, ini donasi kok maksa..sama seperti kalau ngurus administrasi di kantor kelurahan mbak arie.. selesai ngurus tanda tangan, pasti diminta biaya administrasi ‘seikhlasnya’ sambil ngetuk-ngetuk kaleng biskuit yang berisi uang. Kalau mau ngisi dikit pasti dilihat dengan pandangan sinis.. hahaaa

  23. srisariningdiyah said: semoga sukses ya urusan cancel transaction-nya, semoga pihak bank mau membantu…

    Aminn.. Thanks mbak Arie..:)Semoga Tije juga jadi bayi montok.. heheee😀

  24. huflepuff said: yah, saya masih belum tahu kejamnya dunia perbankan mbak. Tapi saya juga tidak merasa bersalah sih –“. Mungkin terlalu positive thinking ya :p

    intinya walupun ga mo nyumbang tapi kalu udah kasih norek.. udah resiko deh.. ku udah sadar diri juga waktu disuruh nulis formulis kaya gitu.. tapi wwf, bukan greenpeace.. dan mereka sampe sekarang rutin kasih berita, bahkan ku ga langganan majalah malah dikirimin.. jadi iklas saja deh.. *yang baru terima kalender keren dari wwf..😀

  25. tintin1868 said: intinya walupun ga mo nyumbang tapi kalu udah kasih norek.. udah resiko deh.. ku udah sadar diri juga waktu disuruh nulis formulis kaya gitu.. tapi wwf, bukan greenpeace.. dan mereka sampe sekarang rutin kasih berita, bahkan ku ga langganan majalah malah dikirimin.. jadi iklas saja deh.. *yang baru terima kalender keren dari wwf..😀

    WWF kan acara smackdown yang isinya pegulat itu mbak.. hahaaananti saja deh kalau beramal.. penghasilan juga belum punya. lagipula kalau prosedurnya seperti ini ngerampok namanya mbak.. hhee

  26. tintin1868 said: tuh bener kata m.arie.. biar ga kerasa kerampokan.. ganti atm saja.. minta tutup nomor lama.. dan bilang tutup juga donasi auto debet apapun..

    FYI. saya baru saja ke BNI dan proses autodebet tidak bisa dihentikan oleh pihak bank, mbak tintin –“alamat ganti rekening nih.

  27. aku juga termasuk orang yang akhirnya ngosongin rekening karena sumbangan autodebet-nya gak bisa di stop. males ribet ngurusin ke gre*npeace. paling gampang ya kosongin aja rekeningnya.samaan kita. toss dulu lah😀

  28. punyaeli said: aku juga termasuk orang yang akhirnya ngosongin rekening karena sumbangan autodebet-nya gak bisa di stop. males ribet ngurusin ke gre*npeace. paling gampang ya kosongin aja rekeningnya.samaan kita. toss dulu lah😀

    Ah, ngisi formulir juga ya mbak?Toss juga😀

  29. walaaah…. Aku lebih pilih WWF kalo urusan penyelamatan bumi. pernah ikut lombanya WWF soalnya, tapi gak menang deng. Hahahaha….Udah, ganti rekening aja. Buat rekening baru, transfer dana ke rekening baru. Ribet ngurus begituan krn kok menurutku organisasi yg dah kurang ajar autodebet meskipun kita gak setuju, menurutku organisasinya jelek bin nyebelin ya…Cepet kok urus rekening baru.Tinggal urus KTM dan urus autodebet SPP.

  30. fightforfreedom said: Rempon itu konotasinya jelek banget lho, mas :)Kasihan temanmu kalo dibilang Rempon.

    Hihiii.. saya memang sering dengar mas miwan, tapi kalau di Gresik konotasinya tidak separah itu :p

  31. lugusekali said: walaaah…. Aku lebih pilih WWF kalo urusan penyelamatan bumi. pernah ikut lombanya WWF soalnya, tapi gak menang deng. Hahahaha….Udah, ganti rekening aja. Buat rekening baru, transfer dana ke rekening baru. Ribet ngurus begituan krn kok menurutku organisasi yg dah kurang ajar autodebet meskipun kita gak setuju, menurutku organisasinya jelek bin nyebelin ya…Cepet kok urus rekening baru.Tinggal urus KTM dan urus autodebet SPP.

    Sudah diproses kok om. dan pihak gr**npeace sudah minta maaf. Yah, tunggu saja kelanjutannya,saya masih belum bisa memastikan. hhee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s