Reviews

Contraband (2012)


Image Courtesy of prlog.org

Salah satu film yang diputar di bioskop Indonesia di akhir Januari ini : Contraband, Film action Thriller Amerika Serikat yang disutradai oleh Baltasar Kormakur, dibintangi oleh Mark Wahlberg dan Kate Beckinsale. Film ini adalah hasil remake dari film Islandia Reykjavik-Rotterdam yang dibintangi oleh sang sutradara, menceritakan kisah perjuangan mantan penyelundup profesional yang sudah kembali ke kehidupan normal dan terpaksa harus menggeluti profesinya kembali untuk sementara waktu. Diawali dari transaksi kokain seberat yang gagal dilakukan oleh Andy (Caleb Landry Jones), seorang remaja tanggung yang masih ‘newbie’ di dunia penyelundupan. Dia menjatuhkan barang haram tersebut ke laut agar terhindar dari kejaran polisi. Dalam transaksi andy mengalami kecelakaan yang membuatnya dirawat di rumah sakit. Kebetulan, Andy adalah adik ipar Chris Faraday (Mark Wahlberg) yang merupakan mantan penyelundup, saat ini dia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Namun Andy tidak bisa berbaring dengan tenang di rumah sakit. Saat itu dia terancam bahaya karena menggagalkan transaksi kokain senilai 700 ribu dolar. Chris bersama sahabatnya, Sebastian (Ben Foster) mencari tahu siapa bos Andy dan mereka menemukannya. Dia adalah Tim Briggs (Giovanni Ribisi) yang ternyata juga kenalan Chris ketika menjadi penyelundup. Chris meminta keringanan agar Tim Briggs tidak mengejar Andy, namun Tim menolak sampai uang ganti rugi transaksi dia kembalikan.

Gagal dengan negosiasi pertamanya tidak membuat Chris tidak berputus asa, dia kembali mendatangi Tim Briggs di rumahnya dan berjanji akan membayar kerugian dalam tempo 1 bulan. Namun Tim meminta ganti rugi saat itu juga, jika tidak dia mengancam akan membunuh Andy, kemudian membunuh Chris, istri, dan anak-anaknya Mendengar jawaban tersebut, Chris langsung menghajar Tim menyebut keluarganya. Akhirnya Chris menjanjikan uang dalam waktu 2 minggu.

Jadi bagaimana cara mendapatkan 700 ribu dolar dalam waktu 2 minggu? Itu bukan jumlah yang kecil dan rasanya mustahil itu bisa didapatkan dengan cara lurus dalam kondisi saat ini. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke pekerjaan lamanya : menjadi penyelundup. Meskipun pada awalnya Kate (Kate Beckinsale) tidak setuju suaminya menjalani profesi yang sangat beresiko tersebut Kalau dulu Chris hobi menyelundupkan narkoba, maka kali ini dia memilih untuk menyelundupkan uang palsu. Lagi-lagi dengan bantuan sahabatnya, Sebastian. Chris mulai menyusun rencana penyelundupan. mereka menghubungi penyedia jasa peti kemas untuk memaketkan barang ke Panama, merekrut beberapa anak buah kapal untuk menjadi rekannya dalam penyelundupan, menyuap petugas kapal, dan menyusun skenario agar kapal tersebut berhenti di Panama. Sehingga memberi Chris sedikit waktu agar bisa melakukan transaksi dengan kenalannya.

Setelah semua rencana tersusun, Chris berangkat bersama Andy, sementara Sebastian tetap tinggal dan mengawasi keadaan disana untuk berjaga-jaga jika Tim Briggs mengganggu Kate dan dua anaknya. Namun rencana brilian Chris banyak menemui tantangan, baik pada saat di kapal maupun ketika sampai di Panama.. Di sisi lain, di New Orleands, Kate diteror oleh si gembong narkoba, yang memaksa dia dan anak-anaknya bersembunyi untuk sementara waktu. Semua ini benar-benar benar memacu adrenalin, karena sebagian besar adegan dalam film ini menyuguhkan situasi dimana Chris harus berpacu dengan waktu. Di bagian pertengahan sampai akhir film kita akan menyaksikan kejutan yang tidak disangka-sangka (tidak perlu disebutkan dalam review, nanti jadi tidak seru. Hehe). Meskipun minus efek-efek memukau, plot cerita yang menarik membuat film ini layak mendapat empat bintang versi saya sendiri. Berhasilkah Chris menyelesaikan transaksi dan melunasi utang 700.000 dolar? Lalu apakah Kate dan anaknya masih bisa bertahan hidup sampai Chris kembali dari Panama? Saksikan sendiri filmnya.. hhee