Journal

Perjuangan Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi

(Lanjutan dari jurnal sebelumnya). H-1, malam hari menjelang kepengurusan paspor, saya menyiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan untuk administrasi. Mula-mula saya menge-print Surat pra-permohonan paspor online. Lalu menyiapkan fotokopi kartu keluarga, ijazah, dan KTP. Saya baca lagi surat pra-permohonan yang baru saja dicetak. Ternyata ada yang terlewatkan, di surat yang cukup pendek tersebut tertulis : Pemohon diwajibkan membawa DOKUMEN PERSYARATAN ASLI dan tanda terima pra-permohonan internet ini. Walahh.. dokumen-dokumen aslinya saya tinggal di rumah (Gresik), sedangkan posisi saya saat itu ada di Surabaya. Saya baru menyadari kelalaian ini pukul 9.30 malam. Yah.. tidak ada pilihan lain selain pulang ke rumah lagi. –“. Untung saja waktu itu lalu lintas Surabaya-Gresik lumayan sepi, meskipun truk-truk besar tetap bersliweran di daerah Kalianak. Saya sampai di rumah satu jam kemudian.

Tiba di rumah, tanpa membuang waktu saya menyiapkan semua dokumen-dokumen yang saya perlukan. Termasuk akta kelahiran (dan memang ini keputusan yang tepat. Karena di kantor imigrasi, petugas meminta akta kelahiran, bukan ijazah sarjana dengan alasan di ijazah tidak tertulis nama orang tua). Rencananya, saya ingin tidur cepat. Tapi gara-gara kebiasaan begadang di kampus, saya baru bisa memejamkan mata pukul 00.00.. :p. pagi harinya, meleset dari yang dijadwalkan, saya baru bangun pukul 05.00 WIB. Sebelumnya, teman saya sudah berpesan agar datang ke kantor imigrasi pagi-pagi karena kalau datang agak siang antriannya sangat panjang. Meskipun saya berangkat pukul 05.30, perjalanan antara Gresik-Waru (ya, kantor Imigrasi kelas I Surabaya lokasinya di Waru, Sidoarjo) memakan waktu hampir dua jam. Jadi saya sampai di kantor imigrasi pukul 07.00 lebih sedikit. Ternyata benar kata-kata teman saya. Kantor imigrasi sudah ramai oleh pengunjung jam segitu. Mungkin efek hari buruh ya?. Kantor Imigrasi kelas I Khusus Surabaya tidak terlalu luas, dan sebagian besar lahannya dipakai untuk gedung. Tempat parkirnya tidak cukup untuk menampung kendaraan pengunjung baik mobil maupun sepeda motor. Tidak heran kalau banyak pengunjung yang parkir di luar kantor, bahkan ada gang yang menyediakan tempat parkir khusus untuki kantor imigrasi, padahal jarak gang tersebut dengan kantor cukup jauh. Saya sendiri memarkir sepeda motor saya di depan kantor imigrasi yang dijaga oleh seorang tukang parkir.

Gambar 1 Spanduk di pintu masuk kantor imigrasi Kelas I Khusus Surabaya

Masuk ke kantor imigrasi, saya tidak tahu harus kemana dulu. Karena saya sama sekali tidak ada pengalaman mengurus paspor. Sedangkan saat itu saya datang sendirian, hanya berbekal informasi dari teman-teman. Saya malah menuju ke kantin yang terletak di belakang kantor. Untunglah salah satu penjual disana bertanya, apa yang sedang saya lakukan disini dengan wajah seperti orang kesasar.. Hahaa.. Dia kemudian menunjukkan tempat dimana saya harus membeli map hijau untuk mengurus paspor. Harganya Rp 17.000,00. Kemudian meminta formulir di front-desk (gratis). Jangan lupa menyiapkan materai 6.000 untuk surat pernyataan yang ada di dalam map hijau. Kalau tidak membawa bisa membeli di koperasi kantor (waktu saya beli harganya Rp 7.000,00). Berdasarkan petunjuk petugas, saya membawa semua persyaratan ke loket 2. Loket ini khusus untuk pemohon paspor online. Petugas loket sempat bertanya kepada saya :

“Mau kemana ini Mas?”

“Mau ke Malaysia Pak?”

“Ngapain?”

“Oh, hanya mau liburan saja kok pak”

“Bukan mau nyari kerja kan?”

Beliau menanyakan kalimat terakhir dengan nada curiga. Walah pak.. Kuliah belum selesai kok nyari kerja… Memangnya tampang saya ini tampang pencari kerja ya? –“

Gambar 2 Antrian pemohon paspor

Petugas loket memberitahu saya agar nanti ke loket lima untuk menerima nomer antrian. Beliau juga mengatakan kalau menunggunya agak lama, tapi ditunggu saja. Nanti pasti dipanggil. Jadi ceritanya saya harus antri untuk mengambil nomer antrian. Satu jam, dua jam, nama saya tak kunjung dipanggil. Pukul 10.30 suara dari speaker menyebut nama saya dan meminta agar saya segera ke loket lima, akhirnya saya dapat nomor antrian untuk melakukan pembayaran : Nomor 178. Sedangkan saat itu baru nomer 80 yang dapat nomor antrian. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali menunggu lagi. Suasana di dalam kantor sangat ramai seperti antrian BLT. Jumlah kursi yang disediakan untuk yang berjumlah sekitar 100 (meskipun belum saya hitung pastinya, hehe) tidak cukup untuk menampung para pemohon paspor sehingga sebagian orang terpaksa berdiri atau menunggu di luar. Tidak sedikit juga yang memilih menunggu giliran sambil duduk-duduk atau tiduran di Musholla kantor imigrasi. Saya yakin, pasti giliran saya baru tiba setelah istirahat makan siang (pukul 13.00). Jadi saya memutuskan untuk keluar sekalian jalan-jalan di sekitar Waru. Namun cuaca yang sangat panas dan jalanan macet akibat demonstrasi hari buruh membuat saya membatalkan niat.

Saya sempat mengobrol dengan orang sebelah saya yang juga mau ke Malaysia karena urusan pekerjaan. Dia memberitahu saya kalau praktek percaloan masih marak dalam pengurusan paspor. Meskipun ketika masuk kantor imigrasi kita sudah disambut dengan tulisan : “Selamat Datang di WILAYAH BEBAS KORUPSI”. Pantas saja antriannya lama sekali. Mungkin karena saya ikut jalur yang benar ya? Sesuai dengan prediksi sebelumnya. Nama saya baru dipanggil untuk melakukan pembayaran jam setengah dua. Saya membayar biaya paspor sebesar Rp 255.000,00. Apakah dengan ini selesai? Tentu saja tidak. Saya masih harus mengantri lagi untuk tes biometrik dan baru dipanggil satu jam kemudian. Bahkan di dalam ruang biometrik pun masih harus mengantri lagi untuk mengambil foto, sidik jari, dan wawancara. Sedangkan paspor yang sudah jadi bisa diambil hari Senin, 7 Mei 2012 dengan masa tunggu 5 hari kerja.

Apakah pada tanggal tersebut (hari ini) paspor sudah jadi
? Ternyata belum saudara-saudara. Di dalam tanda bukti pembayaran paspor ada nomor telepon seluler untuk layanan informasi status paspor. Kita bisa mengetahui staus paspor kita dengan mengirimkan sms ke nomor tersebut. Waktu saya kirim sms, ternyata tidak ada balasan. Tanpa menunggu lagi, saya langsung ke kantor imigrasi. Ternyata pada saat saya menyerahkan tanda bukti pembayaran sebagai persayaratan pengambilan, petugas memberi tahu saya kalau paspor saya belum jadi. Beliau juga tidak tahu kapan paspor saya akan siap diambil.

Mengurus paspor memang perlu perjuangan dan kesabaran ekstra. Siapkan waktu kosong 1 hari full (kalau mengurus pra-permohonan via internet) dan pastikan datang pagi-pagi agar tidak berlama-lama di kantor imigrasi. Semoga bermanfaat dan selamat membuat paspor🙂

40 thoughts on “Perjuangan Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi

  1. bambangpriantono said: Berarti nek aku ndik Semarang ngono iso ngurus yo…tapi kudu nyelang KK nang Malang sik

    Iyo mas.. Iso, ada pilihannya di layanan pra-permohonan online. bisa milih kantor imigrasi dimanapun. Pokoknya jangan sampai gak bawa dokumen asli. Ngkok Disuruh balik, ndelek hari laine.. Hahaa

  2. bambangpriantono said: Yo, nek KK-ne nang Malang…cuma nek Akte kelahiran, ijazah tetek bengek sing tak gowo

    Ndang diperpanjang mas.. ben iso mlaku mlaku.. Be’e mau meneruskan penjelajahan di Filipina.. Hehee😀

  3. huflepuff said: Ternyata pada saat saya menyerahkan tanda bukti pembayaran sebagai persayaratan pengambilan, petugas memberi tahu saya kalau paspor saya belum jadi. Beliau juga tidak tahu kapan paspor saya akan siap diambil.

    harusnya sesuai alurnya donk..maksimal 5 hari kerja..iki piye..iki piye??

  4. @mbak lina : kayaknya memang gitu mbak.. sering dapat kabar tentang keadaan disana soalnya.. Mungkin TKI ilegal sekarang jumlahnya mencapai satu juta lebih.. padahal wajah saya gak mencurigakan :p

  5. @om maizan : memang terasa gembira pakcik.. sayangnya paspor belum di tangan jua..Entah kapan jadinya.. tapi akan lebih gembira lagi kalau sudah kerja dan boleh cari wang sendiri.. hehee😀.

  6. @mbak niez : harap maklum mbak.. Masa kayak gak tahu aja.. hahaaa.. digawe sabar ae wes.. iki yo lagi ngenteni dadi ket mau isuk.. nek gak dadi yo mulih.. sesuk balik.. *pasrah*

  7. @mas syamsul : oh.. cuma pakai shampoo.. *iklanbanget*Keren apanya mas.. hehee.. Cuma liburan dengan dana pas pasan.. sekarang aja belum megang uang.. :p

  8. @anas : kantornya dipindah kesini aja nas kalo gitu.. hahaabeda kasus Uda.. kalau kantor imigrasi harus melayani masyarakat langsung.. kalau di perbendaharaan negara lebih ke pelayanan instansi.. jadi massanya dikit (bener gak nih.. :p)

  9. jampang said: lumayan makan waktu juga.kayanya banyak MPer yg bikin paspor nih

    Nggak lumayan lagi mas rifki..Memang kayaknya akhir akhir ini semakin banyak orang Indonesia yang keluar negeri. Pertanda kemakmuran.. atau pertanda semakin banyak pencari kerja di luar negeri? Heheee

  10. tahun 2007 aku mengurus simada tulisan “jangan via calo” (well sejenis inilah pokoknya)tapi ternyata malah orang dalam yg nawarin aku jalan “belakang”hihihihi

  11. afemaleguest said: tahun 2007 aku mengurus simada tulisan “jangan via calo” (well sejenis inilah pokoknya)tapi ternyata malah orang dalam yg nawarin aku jalan “belakang”hihihihi

    kalau pelajaran bahasa Indonesia SMP ini namanya ironi ya mbak.. Hahaaa

  12. @mbak tintin : belum mbak. memang katanya 5 hari kerja.. saya ngajukannya selasa. diambil hari senin.. pas kesana belum jadi.. padahal sudah nunggu (lagi) sampai jam setengah 3 sore.. –“..

  13. @om welli : biaya pembuatan paspor : 255.000biaya formulir : 17.000beli materai : 7.000total = 279.000belum termasuk parkir sepeda motor 2.000.. hahaaa.. :Danyway.. salam kenal ya mas🙂

  14. untung di kota sekecil Cilacap ada kantor Imigrasi dan untungnya lagi gak sengaja ternyata temen SD ku kerja di sana…… 2 jam kelar deh. Paspor jadi di hari berikutnya..

  15. gambarpacul said: untung di kota sekecil Cilacap ada kantor Imigrasi dan untungnya lagi gak sengaja ternyata temen SD ku kerja di sana…… 2 jam kelar deh. Paspor jadi di hari berikutnya..

    Kalau perpanjangan paspor, minta tolong sampean yo mas. :p

  16. huflepuff said: @om welli : biaya pembuatan paspor : 255.000biaya formulir : 17.000beli materai : 7.000total = 279.000belum termasuk parkir sepeda motor 2.000.. hahaaa.. :Danyway.. salam kenal ya mas🙂

    salam kenal juga :)ndak mahal ya, ntar kapan2 buat paspor juga ah

  17. sekarang ngurus paspor udah ga seribet dulu emang, dan harganya murah. aku yang kapan hari ngurus cuma habis waktu seharian mulai dari ngantri di loket sampe poto dan wawancara.. trus besok2nya tinggal ngambil :3 soalnya pake on-line..eniwei.. aku dibilangin sama ibu penanggung jawab programku kemarin.. kalo wawancara, ga usah jawab ribet2.. daripada ditanyain ato malah diminta dokumen macem2. Karena menurut ibu ini, semua warga negara punya hak buat bikin paspor kok..

  18. wprazh said: salam kenal juga :)ndak mahal ya, ntar kapan2 buat paspor juga ah

    Lumayan lah mas.. asalkan setelah bikin paspor langsung dipakai.. kalau kelamaan keburu kadaluwarsa.. Hehee

  19. hideta said: sekarang ngurus paspor udah ga seribet dulu emang, dan harganya murah. aku yang kapan hari ngurus cuma habis waktu seharian mulai dari ngantri di loket sampe poto dan wawancara.. trus besok2nya tinggal ngambil :3 soalnya pake on-line..eniwei.. aku dibilangin sama ibu penanggung jawab programku kemarin.. kalo wawancara, ga usah jawab ribet2.. daripada ditanyain ato malah diminta dokumen macem2. Karena menurut ibu ini, semua warga negara punya hak buat bikin paspor kok..

    Kayak gini ae wes gak ribet. Kalau dulu gimana ya? hahaa..Ohh, wawancara gak ditakoki aneh aneh kok… cuma ditanyai nama, alamat, pokoknya ngecek apakah yang diisikan di formulir sesuai dengan yang diomongkan pas wawancara.. Wes sidang to chan?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s