Journal

[Tersesat di Yogyakarta] : Kota Pelajar di pagi Hari

Senin 14 Mei 2012 pukul 21.00, saya meninggalkan kota Surabaya setelah dari pagi sampai malam harinya disibukkan dengan kegiatan kampus. Kali ini saya mengunjungi Yogyakarta, bukan untuk liburan. Tetapi menghadiri seminar International Symposium of Computational Science (ISCS) 2012 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada pada hari Selasa dan Rabu. Yah, memang sudah resiko mahasiswa S2 untuk mempublikasikan paper di Jurnal/Conference sebagai syarat kelulusan. Dari terminal Purabaya, saya naik Bus Patas setelah sebelumnya bertanya kepada beberapa orang, karena ini pertama kalinya saya naik Bus sendirian. Hehee.. Bus melaju menuju Kabupaten Mojokerto. Di tengah jalan, kami mendapatkan tambahan beberapa penumpang dari bus lain karena busnya mogok. Alhamdulillah perjalanan selanjutnya lancar dan saya bisa tidur. Saya baru terjaga ketika kondektur membangunkan semua penumpang bahwa bus sudah sampai. Belum sampai tujuan akhir, tapi transit dulu di Ngawi untuk istirahat dan makan. Hehee..

Setengah jam kemudian, para penumpang kembali menaiki bus. Di perbatasan Ngawi-Sragen, saya tertidur lagi, kemudian dibangunkan sekali lagi oleh suara kondektur bahwa bus sudah sampai di pemberhentian Janti, Yogyakarta. Saya turun disitu, sementara mayoritas penumpang lain turun di Terminal Giwangan. Saya melihat arloji, masih pukul 04.30. belum 1 menit menikmati udara pagi Yogyakarta, para tukang ojek sudah menyambut saya dan menawarkan jasanya. Saya menolak dan terus saja masuk ke minimarket untuk membeli minuman sambil bertanya dimana Mushola terdekat. Ternyata sekitar 200 meter dari tempat saya berhenti tadi. Usai membayar minuman saya menuju ke tempat yang dimaksud. Udara subuh Yogyakarta kembali saya rasakan ketika keluar dari minimarket. Wajah Yogyakarta, tidak banyak berubah seperti saat terakhir kalinya saya mengunjunginya tahun 2009 lalu. Kotanya masih tetap bersih. Di beberapa lokasi, tembok-tembok pembatas jalan dihias dengan lukisan grafiti (mungkin hasil karya anak-anak muda) yang artistik. Jalan raya masih sepi, hanya beberapa kendaraan yang melintas terutama bus dan truk. Di tengah jalan saya melihat halte Transjogja yang masih belum buka. Akhirnya saya menemukan mushola yang ditunjukkan oleh penjaga minimarket tadi dan menunaikan Sholat subuh disana.

Selesai sholat, saya menyusun rencana bagaimana caranya untuk sampai di UGM. Sempat terlintas niatan untuk berjalan kaki dari Janti ke UGM, namun niat itu saya urungkan ketika saya mengecek navigasi di GPS (halahh, gayane :p) dan mengetahui bahwa jarak Janti-UGM sekitar 8 km. Bisa tua di jalan nanti. Baiklah, kalau begitu naik Transjogja saja. Saya lanjutkan berjalan kaki ke halte yang saya lihat barusan. Ternyata sudah ada orang di dalam. Sayangnya halte baru dibuka pukul 05.30, jadi saya harus menunggu halte dibuka karena saat itu baru pukul 05.00. Matahari perlahan-lahan mulai menampakkan dirinya, begitu pula dengan warga Yogyakarta. Satu-persatu orang-orang bermunculan, ibu-ibu penjual nasi menggelar dagangannya dibawah flyover. Sementara para pelanggan berdatangan untuk membeli sarapan. Trotoar juga mulai dpenuhi pejalan kaki. Meskipun tidak sepadat di siang hari. Akhirnya halte Transjogja buka dan saya langsung masuk. Halte transjogja dilengkapi dengan tempat duduk untuk calon penumpang, koran lokal yang bisa dibaca sambil menunggu bus datang, serta informasi jadwal kedatangan bus dan jalur yang dilewatinya. Masing-masing jalur dilalui oleh bus dengan kode yang berbeda.

Sedangkan bus dijadwalkan datang setiap 15 menit di tiap halte. Saya bertanya kepada penjaga halte bus mana yang harus saya naiki untuk menuju UGM. Ternyata saya harus naik Bus 1B, meudian turun di halte bandara Adi sucipto, kemudian pindah naik Bus 3A yang menuju UGM. Pada awalnya memang agak membingungkan. Namun lama-lama saya terbiasa. Kalau ada bus datang maka penjaga halte yang lain memberi tahu kepada calon penumpang Bus dengan kode ini telah datang beserta tempat yang akan dituju. Biaya untuk naik Transjogja adalah 3.000 rupiah untuk semua tujuan. Sayangnya ketika saya membeli tiket, tidak ada uang kembalian. Jadi saya berjalan ke minimarket lagi untuk mengisi pulsa agar mendapat uang seribuan. Saya kembali ke halte lagi, kali ini membayar dengan uang pas dan saya baru menyadari kalau sejak tadi masuk halte dari pintu yang salah (pintu keluar penumpang, bukan pintu masuk) :p.

Saya baru berhasil menaiki Transjogja pukul 06.30 karena saya tertinggal dua bus akibat menukar uang tadi. Bus yang saya naiki pagi itu sangat nyaman. Hanya ada satu penumpang selain saya. Ternyata Bus Transjogja ada AC-nya, hehe. Di dalam bus tidak ada satupun sampah berserakan. Dengan bus yang jadwalnya teratur dan beroperasi sampai jam 9 malam, saya akui, dalam masalah Public Transport, Yogyakarta jauh lebih maju dari Surabaya yang mengandalkan angkot yang sering membuat jalan raya macet karena melaju lambat dan berhenti dengan seenaknya. Saya turun di halte dekat Rumah Sakit dr. Sarjito. Akhirnya saya kembali ke UGM lagi. Pikiran pertama saya adalah mencari masjid. Dengan mengandalkan ingatan tiga tahun lalu ketika saya pernah tinggal di sekitar UGM selama dua pekan, saya berjalan kaki menuju masjid kampus UGM dan baru sampai setengah jam kemudian untuk mandi, lalu menuju ke Fakultas MIPA utara dimana conference tersebut digelar (dan memerlukan waktu hampir setengah jam lagi untuk sampai disana). Saya berhasil menemukan tempat conference setelah bertanya kepada satpam kampus. Rupanya conference sudah berlangsung sejak setengah jam yang lalu. Saat ini sudah masuk ke materi pertama yang disampaikan oleh Profesor dari Kanazawa University, Jepang (sayangnya saya lupa siapa namanya, hehe). Saya mengikuti penyampaian materi sambil tertidur karena memang kurang istirahat. Untung saya duduk di bangku paling belakang. :p.

To Be Continued

58 thoughts on “[Tersesat di Yogyakarta] : Kota Pelajar di pagi Hari

  1. beautterfly said: Ya ampun, jauh2 ke jogja cuma buat tidur ckckck mending tidur di kasur ;p

    Kesini buat conference bu Guru.. tidurnya cuma plus-plus… :p

  2. penasulung said: haryo udah masuk S2 ya…. ‘iri’๐Ÿ˜ฆ :p

    Udah semester 2 mbak.. sebenarnya menjadi S2 tidak seindah yang Anda dipikirkan.. Hehee..sabar.. nanti pasti ada saatnya mbak๐Ÿ™‚

  3. asasayang said: aq orang jogja malah blm pernah naik transjogja mas.Ntar di kuala lumpur juga ada bus rapid kyk transjogja gtu.

    sebenarnya itu saya juga pertama kalinya naik mbak.. Kalau ada pilihan mungkin sebagian besar orang memilih naik sepeda Motor.. Hehebaru ingat, Mbak Lina di jogja juga ya? Tau gitu kita bisa kopdar mbak.. HeheeeHmm.. kayaknya boleh dicoba kalau saya kesana nanti..itu pakai tiket berlangganan ya?๐Ÿ˜€

  4. Wah senang ya bisa ikut kegiatan ilmiah internasional di kota yang sebetulnya namanya sudah mendunia karena kepedulian warganya terhadap budaya lokal mereka. Jangan males nerusin ceritanya ya nak.

  5. bus rapid ada yg langganan. Ada yg lgsung bayar kok.Kalo dulu tiketnya bisa dipake seharian dg rute yg sama, skrg entah masi berlaku apa ga *tanya mb anaz*q dijogja pun jg ga bisa kemana2 mas *kahanan perut mlendung*maren ae mb ivon ma mas ihwan ga bisa kopdaran

  6. bus rapid ada yg langganan. Ada yg lgsung bayar kok.Kalo dulu tiketnya bisa dipake seharian dg rute yg sama, skrg entah masi berlaku apa ga *tanya mb anaz*q dijogja pun jg ga bisa kemana2 mas *kahanan perut mlendung*maren ae mb ivon ma mas ihwan ga bisa kopdaran

  7. bundel said: Wah senang ya bisa ikut kegiatan ilmiah internasional di kota yang sebetulnya namanya sudah mendunia karena kepedulian warganya terhadap budaya lokal mereka. Jangan males nerusin ceritanya ya nak.

    Semoga istiqomah bunda. Saya gak pinter nulis soalnya –“

  8. penasulung said: s1 udah lulus, lagi rehat dr dunia kerja heheuu :-DBtw,haryo masih di ite es kan? Kisaran s2 di sana berapa an?

    Padahal enak kerja mbak.. (katanya anak anak sih) heheeIya mbak, di ITS.. kalau SPP nya saya kurang tahu.. gak ikut bayar soalnya..Mungkin sekitar 5-7 juta per semester.. gak terlalu mahal.. hehe

  9. asasayang said: bus rapid ada yg langganan. Ada yg lgsung bayar kok.Kalo dulu tiketnya bisa dipake seharian dg rute yg sama, skrg entah masi berlaku apa ga *tanya mb anaz*q dijogja pun jg ga bisa kemana2 mas *kahanan perut mlendung*maren ae mb ivon ma mas ihwan ga bisa kopdaran

    Kalau teman saya dulu pakai kartu pre-paid gitu.. itu bulan Februari. Liat nanti saja lah.. Thanks infonya.. :DOh.. persiapan bersalin mbak? hehee.. semoga bayinya sehat๐Ÿ™‚

  10. anotherorion said: ngapunten gak iso ngancani

    Never mind mas pri.. nang kunu waktune yo rapet-rapet.. Isuke seminar, sorene nang prambanan.. hehehekapan-kapan ae, Insya Allah๐Ÿ™‚

  11. asasayang said: bus rapid ada yg langganan. Ada yg lgsung bayar kok.Kalo dulu tiketnya bisa dipake seharian dg rute yg sama, skrg entah masi berlaku apa ga *tanya mb anaz*q dijogja pun jg ga bisa kemana2 mas *kahanan perut mlendung*maren ae mb ivon ma mas ihwan ga bisa kopdaran

    Informasinya jelas sekali mbak.. sampai double posting.. Hihiii :p

  12. lafatah said: hasyek, bro!!!emang nggak direncanain nginep ya semalam sebelumnya? kendati di bus bisa tidur, tapi tetap nggak senyaman berbaring :))

    emang gak ada persiapan untuk nginep dulu masbro.. pagi sampai malam sebelum conference full kegiatan di kampus. hheeYah, waktu yang ada harus dimanfaatkan :p

  13. tintin1868 said: haryo mah datangdatang ke ugm ikut konference malah tidur juga di bangku belakang.. :Denak ya transnya nyaman..

    Nyaman banget mbak tintin. soalnya masih pagi dan belum banyak penumpang. Kalau siangan dikit udah penuh.. hheeeCuman beberapa menit kok mbak.. la wong presentasinya pakai english aksen japan. yang dipresentasikan berat pula.. jadi momentnya pas buat tidur :p

  14. ivoniezahra said: coba dech naik TransJogaja pada tanggal 17, dipastikan jalur 3A full๐Ÿ˜€

    Tanggal 16 malam sudah full kok mbak.. kemarin banyak penumpang yang ditolak..๐Ÿ˜€

  15. gambarpacul said: wooo jebul nang UGM cuma nunut turu tok ta?

    Sebenarnya gak seburuk iku mas pacul.. kan sek ono acara bengi dan esok hari ne.. hehee

  16. subhanallahu said: wah, kok ngabari? kan bisa kopdar tuh…

    Rumahnya pak dokter di Jogja juga ya? Saya pikir di Jawa Barat :DSaya cuma kelingan Mas Priyo.. lainnya belum tahu.. hehe..Kapan-kapan yo mas.. Insya Allah saya kesana lagi kalau ada kesempatan.. hehe

  17. huflepuff said: Rumahnya pak dokter di Jogja juga ya? Saya pikir di Jawa Barat :DSaya cuma kelingan Mas Priyo.. lainnya belum tahu.. hehe..Kapan-kapan yo mas.. Insya Allah saya kesana lagi kalau ada kesempatan.. hehe

    hahaha, Jawa Barat? dari hongkong…?! :-)rumah saya dekat kok dari UGM, cuma 2-3 kilometer, kantor saya pun ada yang di UGM, dari MIPA cuma 400 meteran

  18. subhanallahu said: hahaha, Jawa Barat? dari hongkong…?! :-)rumah saya dekat kok dari UGM, cuma 2-3 kilometer, kantor saya pun ada yang di UGM, dari MIPA cuma 400 meteran

    Jawa Barat sih dekat mas.. gak usah sampai ke Hong Kong :p..Ohh.. di RS dr. Sardjito? Penginapan saya dekat situ –“..Sayang sekali, memang belum waktunya kopdar..

  19. Trans Jogja itu ga layak lagi sekarang, banyak yang sudah rusak terutama AC-nya, supir juga sudah pada mulai ugal-ugalan, saya beberapa kali hampir diserempet, dan beberapa minggu lalu juga kejadian tanrakan dengan sedan di ringroad utara…Dibanding Trans Jakarta, masih baik Trans Jakarta, itu dari pengalaman saya…

  20. huflepuff said: Itu kayaknya 5 tahun yang lalu yo nas?๐Ÿ˜€

    bentar2 nek dulu pertama kali kamu ke Jogja dalam rangka apa?jangan2…. sama juga…eh 2009 deng ya? ndak dong berarti…

  21. nanazh said: bentar2 nek dulu pertama kali kamu ke Jogja dalam rangka apa?jangan2…. sama juga…eh 2009 deng ya? ndak dong berarti…

    Ora nas.. waktu itu saya sudah semester 3.. hmm.. sebenarnya awal 2010 sih, ada acara lomba fisika untuk anak SMA dan kami buka rayon di Jogja… heheekalau Anas kayaknya tahun 2006/2007. waktu kelas XII SMA.. :p

  22. rengganiez said: eh ak malah belum pernah naik transjogja loh…lha kemana2 kalo di Jogja mah enakan naik motor๐Ÿ™‚

    Emang sih mbak, cuma waktu itu gak bawa motor..Tapi kalau gak gitu gak ngerasain Transjogja.. eh.. kemarin ketemu tulisan APILL di lampu lalu lintas. Pas baca itu kelingan jurnale Mbak Niez.. :p

  23. huflepuff said: Emang sih mbak, cuma waktu itu gak bawa motor..Tapi kalau gak gitu gak ngerasain Transjogja.. eh.. kemarin ketemu tulisan APILL di lampu lalu lintas. Pas baca itu kelingan jurnale Mbak Niez.. :p

    baru nemu di Jogja ada APILL hahahaha

  24. rengganiez said: baru nemu di Jogja ada APILL hahahaha

    Ho’oh.. waktu iku waktu perjalanan ke terminal Giwangan mbak..Ada tulisan pas nang bangjo ne.. :p

  25. subhanallahu said: Trans Jogja itu ga layak lagi sekarang, banyak yang sudah rusak terutama AC-nya, supir juga sudah pada mulai ugal-ugalan, saya beberapa kali hampir diserempet, dan beberapa minggu lalu juga kejadian tanrakan dengan sedan di ringroad utara…Dibanding Trans Jakarta, masih baik Trans Jakarta, itu dari pengalaman saya…

    Malah sempet kemarin ada yang mau naik, kaki baru ‘mancik’ 1, supirnya udah tancap gas.. untung penumpangnya gak jatuh๐Ÿ˜€

  26. srisariningdiyah said: terakhir naik transjogja 2010 deh…

    Tahun 2010.. berarti umur Mbak arie masih 21 tahun ya?*baca komennya mbak Arie di jurnalnya Anas*.. :p

  27. beautterfly said: hahaha.. Kali aja ketiduran pules gitu..Oya, pertama dan terakhr naek transjogja taun 2010 apa ya? Pas nonton film di amplaz. Lupa kapan.

    Enggak mbak, cuma manggut manggut koyo wong dugem.. :pPas sorenya saya pulang, langsung tidur pules sampai jam 5.. hheeAmplaz kuwi nangdi?๐Ÿ˜€

  28. tuneman said: Pernah 2006..dua minggu sebelum tragedi gempa.

    Wahh.. Nyaris saja pakcik.. Nasib baik masih diberi keselamatan oleh Allah.. :)Waktu itu liburan ya? hehe

  29. huflepuff said: Wahh.. Nyaris saja pakcik.. Nasib baik masih diberi keselamatan oleh Allah.. :)Waktu itu liburan ya? hehe

    Iyaaa jalan2 : ) syukurr..kalo gak pergi pake Garuda balik pake Hercules C-30 (TUDM). Kita liat di TV hotel mutiara tempat kami nginep habis rusak.

  30. tuneman said: Iyaaa jalan2 : ) syukurr..kalo gak pergi pake Garuda balik pake Hercules C-30 (TUDM). Kita liat di TV hotel mutiara tempat kami nginep habis rusak.

    Alhamdulillah ya, hheeKalau x, saat ini mungkin kita x berbalas komen, pakcik๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s