Journal

EECCIS : Mengunjungi Malang (Lagi)

Tanggal 30 Mei 2012, untuk kesekian kalinya saya mengunjungi Kota Malang. Bukan untuk berwisata, tetapi menghadiri seminar Electrical Power, Electronic, Controls Informatics Seminar (EECCIS) yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya. Malam hari sebelum berangkat, saya sudah janjian dengan teman satu kelas untuk berangkat bersama-sama dengan membawa sepeda motor sendiri-sendiri, karena saya ada rencana mengikuti seminar selama dua hari penuh (yang kemudian saya batalkan mengingat besoknya ada 3 kuliah, hehe). Kami sepakat untuk berangkat pukul 05.00 pagi, bertemu di Pertigaan Jemursari, Surabaya. Yah, sudah ditebak. Pukul 04.30 saya bangun tidur dan pukul 05.00 baru berangkat. Sehingga saya baru sampai di tempat perjanjian 20 menit setelahnya. Rupanya teman saya malah baru bangun tidur, hyaa… Akhirnya kami sepakat ketemu di SPBU pertama setelah melewati Lokasi Lumpur Lapindo.

Jarang sekali saya menysuri jalan raya sepagi ini, rupanya lalu lintas sudah cukup ramai. Banyak kendaraan yang meninggalkan kota Surabaya menuju Sidoarjo dan juga sebaliknya. Ketika saya sampai di Porong, lalu lintas semakin ramai. Untung tidak sampai macet disana, karena kendaraan masih tidak seramai di siang hari. Saya kemudian berhenti sejenak di SPBU Porong untuk menunggu teman saya datang. Tidak lama kemudian, dia menampakkan batang hidungnya dan kami melanjutkan perjalanan. Sebenarnya saya masih mengantuk saat itu, mengingat malam harinya baru tidur jam setengah dua pagi. Sampai di Perbatasan Pasuruan-Malang, saya sempat tertidur diatas sepeda motor, –“. Sebelum terjadi hal yang lebih besar, saya memutuskan berhenti di minimarket terdekat dan membeli minuman.

Kami sampai di Universitas Brawijaya (UB) pukul 09.30, terlambat setengah jam dari jadwal seminar. Disana kami sudah disambut oleh panitia yang mengenakan jas almamater dan memandu kami ke tempat seminar. Venue seminar adalah gedung Fakultas Teknik yang masih baru dan megah. Kami naik ke lantai dua dan melakukan registrasi. Seperti yang bisa ditebak, semua panitia yang ada disana memanggilsaya dengan sebutan Pak. Sementara teman saya yang usianya lebih tua tetap dipanggil Mas. (Sial :p). Kami mendapat tas, yang berisi jadwal acara dan prosiding seminar.. Wow.. Prosiding inilah yang biasanya dicari-cari oleh dosen-dosen kami karena didalamnya berisi seluruh paper yang diseminarkan (termasuk paper saya dan teman saya). Di seminar sebelumnya saya tidak mendapat prosiding, padahal biaya seminarnya jauh lebih mahal. Saya acungi jempol untuk penyelenggara EECCIS😀. Kami masuk ke ruang utama seminar yang acaranya sudah dimulai setengah jalan. Sejak tadi saya memperhatikan para panitia yang notabene adalah Mahasiswa UB. Presentase Mahasiswinya jauh lebih banyak daripada di ITS, tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas. Mulai dari petugas front office, bagian dokumentasi, sampai MC. Semuanya Oke punya. Hahaaa. Di ruangan utama seminar, kami mendengarkan presentasi dari dua keynote speaker : Dr. Ir. Unggul Priyatno, M.Sc yang menjelaskan tentang “Smart Grid Technology for Renewable Energy Integration” dan Doktor lulusan Kyushu Eko Fajar Nurprasetyo tentang “Introducing Semiconductor Technology and CMOS LSI Design and Fabrication”. Kami mendengarkan presentasi sambil menikmati snack yang diberikan panitia.

Siang harinya, kami digiring ke Jurusan Teknik Elektro untuk Parallel Session di masing-masing ruangan untuk presentasi paper yang kami submit setelah istirahat makan siang. Pada saat selesai Sholat, ada kejadian yang cukup unik. Rupanya ada yang mengambil tas saya (tas bonus dari panitia) dan mengira itu adalah tasnya. Sayangnya si pengambil tas itu tidak bisa ditemukan sampai saat ini, sehingga saya terpaksa mengambil tas nya. Saya baru mengetahui hal ini ketika saya melihat prosiding yang ada di dalam tas adalah Prosiding untuk National session, sedangkan prosiding yang saya dapatkan seharusnya international session. Di dalamnya juga ada topi berwarna biru kumal sebagai bonus. Selama beberapa saat saya sengaja menggantung topi biru ini di luar tas, dengan harapan diidentifikasi oleh pemiliknya. Namun si pemilik tak kunjung datang. Karena parallel session sudah dimulai, saya menuju ke ruangan presentasi. Disana ada sekitar 9 peserta lain yang mempresentasikan papernya selama 15 menit (sudah termasuk tanya jawab). Yah presentasi saya lumayan lancar dengan bahasa Inggris seadanya :p. Saya tidak terlalu memperhatikan peserta lain karena pikiran saya masih tertuju ke tas yang hilang itu. Bukan karena tas nya, tetapi saya memerlukan prosiding yang ada di dalam tas tersebut.

Jadi, saya membeli prosiding untuk International Session seharga 100 ribu di sekretariat panitia. Disana saya bertemu dengan peserta seminar lain yang berkulit gelap khas Afrika utara tidak bisa Bahasa Indonesia, rupanya dia adalah mahasiswa asing yang kuliah di UB, kami pun berkenalan. Ketika saya bertanya “Where are you from?” dia malah balik bertanya, menurutmu? Saya darimana?. Malah main tebak-tebakan nih…

“From Egypt?”

“No, near Egypt..”

“From Saudi Arabia?”

“No, no. no.. too far”

“Aljazair?”

Ehm.. very close, between Egypt and Aljazair”

Saya kembali mengingat pelajaran geografi jaman SD, negara Afrika Utara yang terletak diantara Mesir dan Aljazair..

“Ohhh… Libya!!”

“Yes, that’s right, hehee”

Kami mengobrol cukup lama, ternyata dia ingin mengikuti seminar lagi sebagai presenter, karena memang sebagai syarat kelulusan mahasiswa S2. Sedangkan dia tidak tahu informasi-informasi seminar yang diselenggarakan di Indonesia. Kami kemudian saling bertukar nomer HP
dan saya berjanji akan mengabari jika ada informasi seminar.

Pukul 16.30 acara selesai, saya pulang sendiri karena teman saya mengunjungi kenalannya di Malang. Tentu saja, dengan kondisi masih mengantuk, hehe.. Saya mampir sebentar di Bakpao Telo membeli oleh oleh untuk teman-teman di kampus dan makan es krim telo. Di tengah perjalanan sempat bebrapa kali turun hujan meskipun sebentar. Saya sampai dengan selamat di Surabaya pukul 19.30 dan langsung menuju kampus karena ada acara. Besoknya saya tetap tidak masuk kuliah karena sakit, untungnya kuliah pada hari itu kosong semua.. Hahahaaa😀

Special Thanks to All panitia EECCIS, Semoga semakin sukses untuk acara tahun depan..🙂

10 thoughts on “EECCIS : Mengunjungi Malang (Lagi)

  1. gambarpacul said: waah..keren dipanggil pak…….hi….hi…

    nangdi nangdi saya selalu dipanggil pak, mas pacul.. :pGak keren ini, artinya wajah saya tua.. Hahaa

  2. tintin1868 said: kayanya ada yang sengaja ambil tasnya tuh.. ku sering begitu.. jadi kalu ada gudibeg udah dibawa kemanamana dah.. daripada “tertuker”..

    Sepertinya ketuker mbak tin.. Yang diambil itu tas yang dikasih panitia.. kembar semua.. Heheee

  3. ydiani said: Salut ama panitianya, kayaknya profesional gt ya

    Two thumbs up mba.. ;)Saya pernah ikut seminar lain yang harganya jauh lebih mahal.. tapi fasilitas tidak memuaskan.. hheee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s