Journal

CATATAN MALAYSIA-1: Pertama Kali Naik Pesawat dan Pertama Kali Ke Luar Negeri

Libur telah tiba, hore.. hore…😀. Baru pertama kali ini saya bisa menikmati liburan semester kuliah. Sebelum-sebelumnya hampir semua waktu liburan dihabiskan di kampus karena ada saja acaranya. Berawal dari promo tiket murah Air Asia pada bulan April lalu, saya mendapat tiket berangkat ke Malaysia tanggal 17 Juli 2012 dan tiket pulang pada tanggal 24 Juli 2012 dengan harga Rp 500.000 (tiket berangkat 200.000 dan tiket pulang 300.000). Sayangnya saya baru menyadari kalau tanggal 17 sudah mepet bulan Ramadhan. Takut karena tidak banyak yang bisa dilakukan selama bulan Puasa, akhirnya saya membeli tiket berangkat lagi untuk penerbangan tanggal 14 Juli. Beberapa hari menjelang keberangkatan, saya malah disibukkan dengan kegiatan akademik di kampus. Tapi tetap saja saya berangkat dengan membawa banyak kerjaan di laptop (niatnya mau mengerjakan di Malaysia, :D). Hari keberangkatan pun tiba. Sebenarnya jadwal keberangkatan pesawat adalah pukul 20.10 WIB, karena takut terlambat dan tidak mau terjebak dalam macetnya Surabaya, saya berangkat pukul 17.00 WIB dari kos-kosan naik sepeda motor bersama teman kuliah saya, sebut saja Aziz (ini nama asli). Perjalanan kami tidak memakan waktu lama, hanya dalam tempo 30 menit kami sudah sampai di Bandara Juanda, Surabaya.

Berhubung ini adalah pertama kalinya saya naik pesawat dan pertama kalinya juga ke luar negeri. Saya meminta Aziz untuk menemani sampai benar-benar berangkat, kebetulan dia dari Jakarta, jadi pulang-pergi naik pesawat adalah hal biasa baginya. Setelah menunaikan Sholat Maghrib plus Isya’ di mushola bandara, saya dan Aziz menuju ke loket keberangkatan. Aziz berjalan duluan, sedangkan saya menguntit di belakangnya. Sekitar pukul 18.45, saya masuk ke loket keberangkatan sedangkan Aziz masih menunggu di luar. Baru saja masuk, saya langsung mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Seorang Bapak berusia sekitar empat puluh tahun menghampiri saya dan menanyakan mau terbang kemana. Mungkin karena dia melihat tiket AirAsia yang saya bawa. Tanpa basa-basi dia langsung meminta untuk menimbang tas yang saya bawa. Saat itu saya membawa dua tas, tas pertama yang saya timbang beratnya 7.4 kg dan dia langsung menyuruh saya untuk pesan bagasi seharga 150.000 karena muatannya melebihi 7 kg. Kemudian dia juga membawa syaa untuk langsung antri di loket check in padahal loketnya saja belum buka (baru buka pukul 19.10). Saya membatin “sopo sih wong iki???”. Tentu saja saya tidak langsung percaya, meskipun tampang saya seperti orang bingung waktu itu, saya mencoba bertanya

“Bapak orang Airasia??”

“Ya, saya orang Airasia”

Saya perhatikan lagi penampilannya, sama sekali tidak meyakinkan. Dia memakai setelan pakaian hem dan celana hitam. Tanpa tanda pengenal apapun dan tidak memakai seragam petugas, penampilannya mengingatkan saya pada makelar HP yang banyak berkeliaran di WTC (Pusat penjualan HP) di Surabaya. Dia juga mengingatkan saya untuk mengeluarkan paspor dan tiket pulang, Saya tidak langsung percaya dan mencoba menghindar dengan mengatakan kalau saya menunggu teman saya dulu (padahal saya berangkat sendirian… Hahaaa). Saya ke luar lagi ke tempat Aziz menunggu. Aziz juga curiga, karena yang berhak menimbang dan meminta pembayaran ya petugas loket, bukan orang seperti dia. Akhirnya saya menunggu lagi sampai menjelang keberangkatan dan baru masuk untuk check in. Ketika masuk suasana sudah sepi. Ternyata semua sudah menuju ke gate. Sampai di gate saya berjumpa dengan seorang penumpang laki-laki dan kami mengobrol. Ternyata dia adalah Warga Negara Malaysia yang baru saja menikah dengan orang Indonesia yang bekerja di sana. Mereka mengunjungi kampung halaman istri di Nganjuk, dan saat ini sudah waktunya kembali ke Malaysia lagi. Kami sempat mengobrol cukup banyak dan kemudian bertukar account facebook.

Pukul 20.10 pesawat yang akan saya tumpangi tiba, kebetulan saya mendapat tempat duduk di dekat jendela. Di sebelah saya, duduk seorang laki-laki asal Tuban yang ternyata bekerja di Malaysia. Buset., Dalam waktu beberapa menit di Surabaya saya sudah bertemu dengan dua orang Indonesia yang bekerja di negeri jiran. Tampaknya memang Malaysia masih menjadi primadona bagi warga kita untuk mengadu nasib. Perjalanan dari Surabaya menuju Kuala Lumpur memakan waktu 2 jam 45 menit. Namun saya sampai di Kuala Lumpur pukul 11.55 waktu setempat (menjadi 3 jam 45 menit) karena zona waktu di Malaysia adalah GMT +8. Lebih cepat 1 jam dari Waktu Indonesia Barat (WIB). Saya mendarat dengan mulus di LCCT (Low Cost Carrier Terminal), bukan di KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Memang semua penerbangan AirAsia dikonsentrasikan disini. Meskipun namanya Low Cost, tapi bangunannya futuristik, lebih bagus dari Bandara Juanda😀.


Bus LCCT-KL Sentral

Untuk akses dari LCCT menuju ke tempat tempat lain yang menarik untuk dikunjungi. Kita tidak perlu khawatir. Karena transportasi dari dan ke LCCT sudah terhubung dengan KL Sentral (Terminal Pusat di Kuala Lumpur ). Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa dipakai. Antara lain shuttle bus dan kereta api. Di KL sentral berbagai jenis bus dan LRT siap menghubungkan kita dengan objek wisata di Kuala Lumpur atau negara bagian lain di Malaysia. Tentu saja para pelancong sangat dimanjakan dengan fasilitas ini. (Sayang di Indonesia masih belum di tata seperti ini :p). Tapi saya tidak ambil pusing naik bus atau yang lain. Karena disana saya sudah dijemput oleh Bang Fazli, sahabat Multiply dari Malaysia. Saya baru pertama kali ini berjumpa langsung dengannya. Sebelumnya kami hanya saling kontak lewat facebook, Multiply, atau (yang paling sering) Whatsapp.

Saya langsung bisa mengenali Bang Fazli dari foto-fotonya di dunia maya. Meskipun usia kami terpaut beberapa tahun. Tapi bang Fazli tampak seperti teman sebaya saya (bahkan wajah saya terlihat lebih tua beberapa tahun darinya -–“). Saya dijemput Bang Fazli naik kereta (Dalam bahasa melayu, mobil disebut kereta). Dan inilah untuk pertama kalinya saya melihat secara langsung bagaimana keadaan jalanan di negeri jiran. Bersih? Tentu saja, semuanya bersih, rapi, dan serba teratur. Hampir sama lah dengan
di Indonesia. Hahaaa. Kami menuju ke Kuala Lumpur lewat highway (Lebuhraya) yang dibangun pada msa pemerintahan Perdana Menteri Mahathir bin Mohammad. Mobil melaju diatas 100 km per jam dengan mulus, karena selain masih sepi. Jalannya juga lebar. Di kiri-kanan jalan suasananya masih alami, saya tidak menjumpai rumah-rumah berderet di pinggir jalan. Masuk ke Kuala Lumpur saya lebih tercengang. Gedung-gedungnya menjulang tinggi. Mungkin sama dengan di Jakarta. Sayangnya karena saya sendiri belum pernah ke Jakarta jadi tidak bisa membandingkan suasana kedua ibukota negara ini. Yang jelas, disini semua tertata rapi dan tidak ada kawasan kumuh. Hehe..

Bang Fazli membawa kami melewati deretan Mall dan Plaza yang ramai orang lalu lalang. Saya perhatikan penampilan mereka. Wajah timur tengah, Melayu, Cina, India, dan eropa (bule, atau Mat Saleh dalam bahasa Melayu) bercampur menjadi satu. Wah. Pemandangan seperti ini belum pernah saya jumpai sebelumnya. Di kejauhan sana, tampak KLCC Tower yang menjulang tinggi dengan deretan lampu yang berkelip-kelip. Di atas jalan raya, kami juga menjumpai rel yang setiap beberapa menit dilewati oleh LRT. Bang Fazli tinggal di apartemen yang tidak jauh dari pusat kota. Nama kawasannya adalah Kampung Kerinchi. Dinamai demikian karena memang banyak perantauan dari daerah Kerinci di Sumatera yang menetap disini. Di rumah Bang Fazli, saya tidur di salah satu kamar yang kebetulan sedang kosong. Sedangkan dia tidur di kamar lain.

Saya segera tidur beberapa saat setelah kami sampai di rumah Bang Fazli. Hmm. Sambil terbaring saya hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi dalam beberapa jam terakhir. Untuk pertama kalinya saya naik pesawat terbang dan untuk pertama kalinya pula saya pergi ke luar negeri!! Suatu hal yang bagi keluarga saya dianggap sangat tidak mungkin terjadi..🙂

46 thoughts on “CATATAN MALAYSIA-1: Pertama Kali Naik Pesawat dan Pertama Kali Ke Luar Negeri

  1. dua hal yang bikin daku terpelongo en rada2 gemes sama dirimupertama kali naek pesawat terbang dan belum pernah ke Jakarta…Haryo kamu unyu bangeeeeeeeeeeds

  2. tentang orang nyapa kamu pertama kali…. waaaaaah saya pun pasti naruh curiga sekali…la wong selama penerbangan domestik berkali2 antara Padang-Jakarta-Semarang ataupun Padang-Medan belum pernah tuh ada orang begitu proaktif gitu hihihi

  3. nanazh said: dua hal yang bikin daku terpelongo en rada2 gemes sama dirimupertama kali naek pesawat terbang dan belum pernah ke Jakarta…Haryo kamu unyu bangeeeeeeeeeeds

    Kemarin sudah ke Cengkareng sekali kok Nas.. gara gara kepancal sepur.. hihii.. Tapi ya cuma di Bandara saja.Unyu darimana nya ini ya nas ;p..jadi malu *nutupin muka pake wajan*

  4. nanazh said: tentang orang nyapa kamu pertama kali…. waaaaaah saya pun pasti naruh curiga sekali…la wong selama penerbangan domestik berkali2 antara Padang-Jakarta-Semarang ataupun Padang-Medan belum pernah tuh ada orang begitu proaktif gitu hihihi

    Makanya, saya juga heran. Nyuruh nimbang-nimbang segala. So annoying. Dia ini kurang kerjaan atau gimana, saya juga tidak tahu. Pakai ngaku orang Airasia segala… Jadikan pengalaman saja, supaya lebih hati-hati Uda.. hehe

  5. kamu belum pernah ke ibukotaaaaaaaaaaaaa??? ya ampun.. tapi sudah ke malaysiaaaaaaaaaaa???hebat ya promo airasia.. tapi hatihati banyak calo dan tukang tipu di bandara.. sering begitu.. akhirnya ga overweight kan kopernya?

  6. tintin1868 said: kamu belum pernah ke ibukotaaaaaaaaaaaaa??? ya ampun.. tapi sudah ke malaysiaaaaaaaaaaa???hebat ya promo airasia.. tapi hatihati banyak calo dan tukang tipu di bandara.. sering begitu.. akhirnya ga overweight kan kopernya?

    Iya Mbak… parah banget ya? hahaaWaktu itu saya nunggu sampai menjelang berangkat, si calo tadi sudah ilang… sebenarnya overweight sih.. mungkin ada 9 kilo.. tapi gak masuk bagasi.. Soalnya cuma ditanya : ada bagasi mas?saya jawab gak ada.. Dan gak diperpanjang lagi😀

  7. HaryoooooooooooooSayang kita kopdarnya cuman satu jam doank heheheHaryo lucuuuuuuuuuuuuuuuuHahahaha, pengen ketemu lagi n ngyuel2 rambut Haryo😀

  8. tintin1868 said: jadi bawabawa beban 9 kilo tuh pegel..

    Pegel banget mbakk,,, gimana lagi. Dua tas saya jadikan satu tas biar gak mencolok.. Tapi risikonya jadi kayak gitu🙂

  9. anazkia said: HaryoooooooooooooSayang kita kopdarnya cuman satu jam doank heheheHaryo lucuuuuuuuuuuuuuuuuHahahaha, pengen ketemu lagi n ngyuel2 rambut Haryo😀

    Iya… Mbak Anaz keburu pulang sih.. :DCoba kalau besoknya jalan-jalan sekalian. hahaa..Walah.. diuyel uyel kayak kucing ae… ;p

  10. cawah said: huaaaaa pengen naik pewsawat dan keluar negeri…hehehe…masak bagi keluarga tdk mungkin..tdk ada yg tdk mungkin mas haryo hehehe

    Belum pernah to mas? Insya Allah bisa.. asalkan ada kemauan, pasti ada jalan :)Memang tidak ada yang tidak mungkin Mas Catur.. Saya barusan buktikan sendiri… :p

  11. asasayang said: air asia emang banyakan penumpangnya TKI. . (terasa berbeda jauh saat naik air asia sama MAS)

    Iya Mbak, di seberang tempat duduk saya juga TKI.Saya juga sempat dikira TKI waktu itu😀

  12. karena air asia ‘merakyat’ sesuai kantong tki.*belom. . Karena untk ‘jalan’ sendiri di negeri ini berasa ga aman, padahal di malaysia dah beberapa kali bolak-balik kuala lumpur- pulau pinang dan berasa aman, meski kalo liat rela memilih mlipir walaupun legal

  13. Cieeee paspornya udah ada capnya ni yeeeeeee….Btw gak nanya petugas air asianya, apa bener ada tukang nimbang2 gitu2 kok maksa banget dan aneh permintaannya

  14. asasayang said: karena air asia ‘merakyat’ sesuai kantong tki.*belom. . Karena untk ‘jalan’ sendiri di negeri ini berasa ga aman, padahal di malaysia dah beberapa kali bolak-balik kuala lumpur- pulau pinang dan berasa aman, meski kalo liat rela memilih mlipir walaupun legal

    Bener banget mbak.. Saya kadang mikir.. mereka apa gak rugi ya? heheeeSaya kalau.dengar cerita tentang Jakarta saja sudah membuat merinding.. hehee.. Kalau selama di Malaysia dan Singapura memang aman aman saja waktu jalan jalan sendiri.. Gak pernah merasa was was meskipun nenteng kamera kemana mana.. paling parah cuma dilihatin doang.. hahaa

  15. rengganiez said: Cieeee paspornya udah ada capnya ni yeeeeeee….Btw gak nanya petugas air asianya, apa bener ada tukang nimbang2 gitu2 kok maksa banget dan aneh permintaannya

    Yahh.. lumayan mbak. sudah ada tattoo nya ;pBelum sempat tanya.. tapi saya yakin 99% kalau itu petugas palsu.. Resek banget dah.. Sayang kemarin gak.kepikiran buat lapor ke petugas Bandara.. biar gak menyusahkan penumpang lain..😀

  16. asasayang said: padahal di malaysia dah beberapa kali bolak-balik kuala lumpur- pulau pinang dan berasa aman, meski kalo liat rela memilih mlipir walaupun legal

    ku pernah tuh ditanyatanya sama polisi sana.. kasar pula.. disangka penduduk ilegal.. akhirnya ku bilang inep di hotel.. ga percaya masa.. ya wis ku minta antar tuh polisi ke hotel buat bukti, toh ku bawa kunci hotelnya, biasanya ku titipin, ga tahu napa hari itu ku bawa kunci hotel.. baru deh minta maaf.. sopan ga sih.. kasar banget..

  17. entah kenapa i think that malaysian people are racist. Yang cina bangga dengan kecinaannya, yang melayu bangga dengan kemelayuaannya (wajar ini), di sana ketemu orang gitu juga ga?

  18. Dari hujung utara sampai hujung selatan sudah kau teroka. yang tinggal hanya Pantai Timur Semenanjung dan Malaysia Timur saja yang belum. Semoga ada waktunya utk itu.

  19. fuyuki said: entah kenapa i think that malaysian people are racist. Yang cina bangga dengan kecinaannya, yang melayu bangga dengan kemelayuaannya (wajar ini), di sana ketemu orang gitu juga ga?

    Ya.. ketemu dit.. hheeee..soalnya sejak awal kemerdekaannya, Politik Malaysia memang dibentuk menurut garis rasial.. gak heran kalau masing masing etnis membanggakan dirinya masing-masing🙂

  20. ilzaf said: Dibaca, Terima kasih… Semoga lain tahun kita bertemu di Malaysia lagi.

    Sama sama bang :)Terima aksih untuk semuanya..Amin.. semoga ada kesempatan untuk pergi lagi.. hehee.

  21. ilzaf said: Dari hujung utara sampai hujung selatan sudah kau teroka. yang tinggal hanya Pantai Timur Semenanjung dan Malaysia Timur saja yang belum. Semoga ada waktunya utk itu.

    Wahh.. tampaknya akan jadi perjalanan yang menarik Bang, saya ambil kursus mengemudi kereta dulu ya.. supaya nyetirnya boleh bergantian..😀

  22. aliyahmohd said: hehehe saya jg blm pernah ke LN dan blm pernah naik pesawat, Catatan yg bagus utk referensi sy nanti berangkat ke KL heheheh

    Aminn.. semoga segera terwujud ya Mbak..🙂

  23. Kalau kata anak bungsu saya yang pernah karyawisata dengan sekolahnya ke KL, di sana persis di Indonesia. Dia bilang sih jalanannya nggak bersih-bersih amat, ada sampah juga. Barangkali karena pembandingnya adalah negara tetangga yang satu lagi, Singapura.Nak Haryo nggak kepengin dolan ke Jakarta kah?

  24. Hoo.. ada memang yang kotor bunda.. tapi hanya beberapa lokasi tertentu.. lainnya bersih je..Saya waktu di Singapura malah nemu apartemen yang jorok.. hahaa. yah.. memang di setiap tempat tidak ada yang sempurna Bunda.. :)Dolan ke Jakarta? hmm.. kapan kapan Bunda.. semoga ada kesempatan. mampir ke Bogor juga nanti..😀

  25. huflepuff said: Hoo.. ada memang yang kotor bunda.. tapi hanya beberapa lokasi tertentu.. lainnya bersih je..Saya waktu di Singapura malah nemu apartemen yang jorok.. hahaa. yah.. memang di setiap tempat tidak ada yang sempurna Bunda.. :)Dolan ke Jakarta? hmm.. kapan kapan Bunda.. semoga ada kesempatan. mampir ke Bogor juga nanti..😀

    Kalau apartemen jorok, itu biasa. Tapi jalanan dan perkampungannya resik-resik lho.

  26. @bunda : Iya memang resik resik Bunda.. di Queen street, Masjid Sultan, marina bay.. MRT semuanya kinclong.. Orang singapura tampaknya pekerja keras semua ya.. Saya lihat wajah wajahnya, wajah sibuk semua.. 😀

  27. bundel said: Dia bilang sih jalanannya nggak bersih-bersih amat

    Membandingkan? sangat tidak pantas krn sangat tidak sebanding. Trust me, it’s still much more better than the area that you are very familiar.

  28. ilzaf said: Membandingkan? sangat tidak pantas krn sangat tidak sebanding. Trust me, it’s still much more better than the area that you are very familiar.

    Kalau Bunda Julie familiar di Singapura bang, Beliau pernah tinggal kat sana selama beberapa tahun..🙂

  29. tintin1868 said: ku pernah tuh ditanyatanya sama polisi sana.. kasar pula.. disangka penduduk ilegal.. akhirnya ku bilang inep di hotel.. ga percaya masa.. ya wis ku minta antar tuh polisi ke hotel buat bukti, toh ku bawa kunci hotelnya, biasanya ku titipin, ga tahu napa hari itu ku bawa kunci hotel.. baru deh minta maaf.. sopan ga sih.. kasar banget..

    Hoo.. pernah ada kasus serupa mbak.. ceritanya banyak di internet. Memang kalau kemana-mana harus bawa paspor biar amannya.. Untungnya saya belum pernah ngalamin (gak minta juga sih).Yahh.. resiko negara yang kebanjiran pendatang asing memang seperti itu.. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s