Colleges

ISU-ISU DALAM HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (1) : Lokus dalam Assessment “Membuat atau Membeli”

Mohon maaf sebelumnya bagi teman-teman yang kena bom inbox reader. Saya ngepos tugas mata kuliah di sini. Jika kurang berkenan mohon langsung skip postingan ini dan 5 postingan selanjutnya.. Terima kasih😀

Pada tiap instansi, permasalahan dalam assessment memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi pemilihan organsisasi mana yang akan menangani permasalahan tersebut. Health Technology Assessment (HTA) komperhensif yang menangani berbagai bidang teknologi menjadi sumber daya yang sangat intensif. HTA komperhensif juga memerlukan pekerja dengan berbagai keahlian, sumber data, dan sumber daya lain.

Hampir di setiap negara, terdapat organisasi kesehatan. Dalam tingkatan Kementrian terdapat kementrian kesehatan, dalam tataran yang lebih rendah terdapat organisasi pelayanan kesehatan, perusahaan-perusahaan asuransi besar, organisasi perencanaan kesehatan, dan sistem kesehatan yang terintegrasi.  Semua organisasi tersebut sebagian besar memiliki program HTA sendiri dalam organisasinya. Sebagai contoh, di rumah sakit besar atau perencanaan kesehatan, terdapat staf inti dan komite HTA dari berbagai disiplin ilmu, terdiri dari departemen utama, perwat, farmasi, dan biomedical engineering. Komite tersebut berinteraksi dengan perkumpulan lain misalnya komunitas pharmacy & therapeutics (“P&T”), perencana strategis, dan komunitas perencanaan pendanaan.

Salah satu contoh kasus interaksi komunitas HTA dengan perencana pendanaan terdapat pada tulisan karya Kaden RJ, Vaul JH, Palazola PA [1] yang berisi tentang negosiasi pembayaran dalam pembelian teknologi baru di bidang kesehatan. Industri pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit selalu menghadapi permasalahan pembayaran untuk memperoleh teknologi baru. Ketika harga atau impact dari teknologi baru tersebut tidak besar, rumah sakit hanya perlu menghubungi perencanaan finansial di dalam organisasi mereka sendiri untuk membeli teknologi baru tersebut. Namun, ketika teknologi baru tersebut memberikan efek perubahan secara mendasar dalam pelayanan kesehatan, terutama di daerah pelayanan hulu, sangat penting untuk memperoleh pembayaran yang sesuai dari pengelola pembayaran untuk teknologi tersebut.

Untuk mempersiapkan negosiasi dengan pengelola pembayaran yang berhubungan dengan pembayaran teknologi baru tersebut, manajer finansial rumah sakit harus menunjukkan analisis dasar secara detail dari pelayanan yang berhubungan dan assessment implikasi klinis dan finansial dari teknologi, perubahan volume, dan biaya operasi. Langkah ini harus dilakukan sebelum propses persapan pembiayaan operasi perusahaan, sehingga impact finansial dan klinis dari teknologi baru di organisasi tersebut dapat didokumentasikan dalam persiapan untuk mengatur negosiasi kontrak.

Manajer finansial rumah sakit yang memahami dengan benar keuntungan klinis dan ekonomis dari teknologi baru tersebut dilibatkan untuk negosiasi pembayaran yang baik dan tepat waktu dari pihak pengelola pembayaran.

Proses transfer ilmu antar organisasi menjadi hal yang penting di HTA. Organisasi-organisasi sangat bergantung pada laporan-laporan yang dikeluarkan dari organisasi lain yang mendedikasikan diri khusus dalam bidang HTA.Di  Amerika Serikat, CMS meminta HTA dari AHRQ untuk memperoleh informasi pengambilan keputusan cakupan pelayanan CMS di negara tersebut. Contoh lainnya adalah, National Institute for Clinical Excellence (NICE) meminta HTA dari National Coordinationg Center for HTA (NCCHTA) yang menyusun koordinasi divisi R and D NHS untuk program HTA.

Dalam organisasi kesehatan, penentu kebijakan pelayanan kesehatan bisa saja membuat atau HTA organisasi mereka sendiri, atau mengadposi HTA dari organsiasi lain, dengan membayar sejumlah uang. Dalam menentukan tanggung jawab untuk membiayai atau melakuka sendiri assessment tergantung dari karakteristik permaslaahan, sumber dana yang tersedia, jumlah tenanag yang bisa dipakai, waktu, dan faktor lain. Untuk semua permasalahan assessment, sebuah organisasi harus menentukan perkiraan apakah sumber daya organisasi tersebut mampu melakukan assessment sendiri atau membayar organsiasi lain. Beberapa komisi dalam organisasi pelayanan kesehatan memilih bebrapa komponen HTA untuk ditangani organisasi lain, seperti sintesis dan pengambilan bukti. Sedangkan langkah-langkah lainnya ditangani oleh organisasi mereka sendiri.

Faktor penting dalam assessment organisasi kesehatan adalah objektivitas. Hal ini menjadi salah satu manfaat yang paling besar dengan meminta organsiasi lain untuk melakukan HTA dalam sebuah organisasi untuk mendapatkan laporan yang independen. Pihak-pihak luar yang melihat assessment yang dilakukan oleh organisasi itu sendiri akan menganggap bahwa terdapat konflik kepentingan dalam assessment tersebut. Karena itu, sebagian besar organisasi pelayanan kesehatan membayar organisasi lain untuk melakukan HTA yang sesuai dengan cakupan mereka untuk menghilangkan persepsi bahwa terdapat bias dalam membuat keputusan.

Keputusan untuk melakukan assessment make or buy” dipengaruhi oleh beberapa faktor [2]. Salah satunya, apakah organisasi tersebut pernah melakukan assessment serupa sebelumnya. Jika pernah, apakah assessment tersebut membahas isu-isu spesifik yang menyangkut organisasi, seberapa sering assessment tersebut dilakukan, dan apakah metodologi yang dilakukan untuk melakukan assessment kredibel atau tidak.

Jika assessment yang pernah dilakukan perlu diperbaharui atau tidak pernah dilakukan, analisis selanjutnya untuk menentukan pengambilan keputusan adalah melihat Sumber Daya Manusia yang tersedia di dalam organisasi. Apakah orang-orang dalam organisasi memiliki waktu dan kemampuan untuk melakukan pengambilan data beserta analissinya. Jika sintesis informasi yang ada masih diperlukan, evaluasi berikutnya adalah meninjau apakah organisasi memiliki kemampuan untuk mencari database, staf yang mampu merivew artikel dari penelitian-penelitian terkait, dan staf yang terlatih untuk melakukan review secara sistematis. Jika dalam assessment memerlukan data baru, perlu ditinjau juga apakah organsiasi memliki sumber daya dan keahlian yang diperlukan untuk pengambilan data

Metodologi yang diperlukan dalam melakukan assessment juga ditinjau, apakah organisasi mampu melakukan metodologi tersebut atau tidak. Jika konsensus dari para ahli klinis adalah metodoogi yang diperlukan, apakah konsensus tersebut mencerminkan opini dari para ahli klinis dari organisasi yang bersangkutan. Selanjutnya apakah para ahli klinis lokal menerima hasil dan rekomendasi dari laporan jika mereka tidak dilibatkan dalam proses assessment.

Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan untuk melakukan assessment “make or buy” merupakan salah satu studi kasus dalam Sepuluh Langkah untuk melakukan HTA. Tepatnya pada langkah ketiga, yaitu : Determine locus of assessment [3].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s