Colleges

ISU-ISU DALAM HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (2) : Kualitas Pelayanan dan HTA

HTA sangat berhubungan dengan kualitas pelayanan kesehatan dalam sebuah organisasi, misalnya di rumah sakit. HTA menyediakan aspek yang sangat mendasar dalam kualitas pelayanan kesehatan. Metodologi kesehatan masyarakat mencegah pasien dari intervensi dan campur tangan pihak lain.

Hubungan lainnya, HTA mampu menjamin kelayakan distribusi teknologi dalam skala lintas negara/benua dan level pelayanan, kelayakan bangunan, peralatan, obat, suplai teknologi spesifik, dan persyaratan untuk penyediaan ongkos perbaikan secara berkala, biaya organisasi, dan biaya pelatihan staf [4].  Aspek-aspek tersebut sangat mempengaruhi kualitas pelayanan dalam suatu organisasi yang menangani pelayanan kesehatan.

HTA juga menyediakan aspek proses dalam kualitas pelayanan kesehatan. Misalnya menyediakan masukan dasar dalam panduan praktis klinis atau Clinical Practice Guidelines (CPGs), misalnya teknologi paling tepat yang digunakan untuk pasien dengan indikasi tertentu dan dalam waktu yang tepat. Kriteria rujukan dan mengembangkan kooperasi antara level pelayanan. Partisipasi dari tenaga klinis (pembuat opini) dalam HTA mendorong penyerapan pemahaman CPGs dan panduan pelayanan kesehatan lain.

Kualitas pelayanan dalam kesehatan merupakan ukuran atau indikator level mana yang perlu dierapkan untuk merawat pasien sehingga mampu meningkatkan kondisi kesehatan dan konsisten dengan standar pelayanan kesehatan. HTA dan penjaminan kualitas masih dipandang sebagai proses yang tidak bergantung satu sama lain dalam kontribusinya untuk kualitas pelayanan. Namun, hubungan antara HTA dengan kualitas pelayanan masih belum dipahami dengan baik oleh sebagian besar kalangan.

. HTA menghasilkan temuan yang dapat menambah pengetahuan tentang hubungan antara intervensi pelayanan kesehatan dan hasilnya. Pengetahuan ini dapat digunakan untuk mengembangkan dan memperbaiki berbagai standar dan pedoman untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk panduan praktis, standar manufaktur, standar laboratorium klinis, laporan kejadian yang merugikan, standar desain arsitektur dan fasilitas, dan kriteria, penerapan, dan kebijakan lain yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan.

Tujuan dari aktivitas penjaminan kualitas adalah untuk memastikan bahwa pengetahuan terbaik yang tersedia untuk pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan digunakan dengan baik. Hal ini juga melibatkan implementasi dari standar pelayanan kesehatan, termasuk kegiatan untuk memperbaiki, mengurangi variasi, atau hal lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.

Continuous Quality Improvement (CQI) dan Total Quality management (TQM) merupakan contoh pendekatan sistematik kontemporer untuk penjaminan kualitas yang telah diadaptasi untuk rumah sakit dan institutusi pelayanan kesehatan lainnya. Pendekatan ini termasuk identifikasi praktek terbaik dan penggunaan penilaian untuk mengembangkan jalur klinis yang lebih baik atau manajemen penyakit untuk prosedur medis dan operasi,administrasi, dan lain-lain. Misalnya CQI telah dievaluasi dalam RCT multicenter untuk meningkatkan adopsi dari dua proses pelayanan yang evaluasinya dilakukan untuk CABG, terapi β–blockade, dan cangkok pembuluh darah arteri. Perlu diketahui, dalam RCT ini, intervensi yang diuji dilakukan oleh CQI.

Penjaminan kualitas melibatkan fungsi pengukuran dan monitoring. Penjaminan kualitas terutama menentukan seberapa baik pelayanan kesehatan yang diberikan jika dibandingkan dengan standar yang diaplikasikan atau batasan batasan dalam pelayanan yang diterima. Standar atau batasan dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur pelaynaan (karakteristik institusional, profesional, dan fisik, proses pelayanan dan luaran pelayanan. Penjaminan kualitas melibatkan studi keefektifan data, termasuk luaran kesehatan dan penentu hasil tersebut berdasarkan sudut pandang dari ahli klinis, pasien, bagian administrasi, dan pembuat kebijakan. Dalam mendeteksi perbedaan antara seberapa baik pelayanan kesehatan diberikan dan standar yang diterapkan, assessment juga mampu menarik perhatian untuk kebutuhan HTA lebih lanjut dan investigasi lainnya. Baru-baru ini, terdapat perkembangan lanjut dan overlap antara bidang HTA dan penjaminan kualits, sejalan dengan luaran riset, epidemiologi klinis, dan pengobatan yang didasarkan pada gejala yang ada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s