Colleges

ISU-ISU DALAM HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (6) : Konflik Kepentingan

HTA harus mempertimbangkan potensi konflik kepentingan pada berbagai level. Pertama adalah pada bagian investigator yang mengerjakan dan melaporkan percobaan klinis dan studi lainnya yang membandingkan bukti utama setelah melakukan tinjauan. Kedua, pada bagian sponsor riset dasar seperti perusahaan-perusahaan teknologi, yang memiliki tingkatan bervariasi dalam mengontrol riset apa yang sedang dilakukan, pemilihan penanganan intervensi dan kontrol, pemilihan penanganan akhir dan masa tindak lanjut, dan apakah hasil riset akan dipublikasikan. Hal lainnya adalah pada bagian assessor teknologi kesehatan itu sendiri termasuk analis, para ahli, atau pihak-pihak lainnya yang dilibatkan pada peninjauan kejadian, melakukan penemuan, dan rekomendasi.

Penafsiran literatur untuk sebuah assessment harus memasukkan pertimbangan potensi adanya konflik kepentingan yang mungkin mempengaruhi pengerjaan studi atau dalam mempresentasikan hasil. Untuk pihak yang melakukan investigasi studi, konflik kepentingan mungkin timbul dari kepentingan finansial (seperti gaji, konsultasi berkala, kepemilikan saham, dan kepemilikan paten) di perusahaan pelayanan kesehatan (atau salah satu dari kompetitornya) yang mungkin dipengaruhi oleh hasil studi . Tinjauan secara sistematik dari riset pada konflik kepentingan finansial diantara peneliti biomedis menyimpulkan bahwa sekitar satu dari empat investigator memiliki afiliasi industri, dan dua pertiga akademisi institusi memiliki saham pada perusahaan start-up yang mensponsori riset pada institusi yang sama. Industri pemberi sponsor riset juga memiliki hubungan dengan pembatasan publikasi dan penyebaran data.

Uji klinis dan  analisis keefektifan biaya yang disponsori oleh industri menghasilkan lebih banyak hasil positif  dibandingkan dengan pembelajaran yang dibiayai atau dikerjakan oleh pihak lain. Diantara alasan-alasan yang dikeluarkan untuk kesenjangan ini adalah pembatasan publikasi yang cenderung untuk menahan pembelajaran dengan hasil negatif. Hal lainnya adalah industri lebih suka memberikan sponsor untuk studi (khususnya RCTs) dimana hasil-hasilnya hampir bisa dipastikan selalu positif, dimana terdapat sebuah perkiraan bahwa satu intervensi (seperti obat baru) merupakan temuan yang unggul untuk intervensi alternatif. Pada kasus RCTs, hal ini cenderung akan merusak prinsip keseimbangan dalam pendaftaran pasien di sebuah RCT (Djulbegovic)

Jurnal-jurnal peer-review secara signifikan meminta penyingkapan informasi yang terkait dengan kepentingan finansial investigator dan sumber pembiayaan studi. Beberapa jurnal mempunyai permintaan khusus dalam perlindungan melawan konflik kepentingan untuk analisis ekonomi yang telah menjadi subjek kontroversi. Informasi mengenai investigator, sponsorship studi, atau faktor lainnya yang memicu potensi konflik kepentingan harus dipertimbangkan dalam interpretasi temuan.

Di bawah ini adalah beberapa rekomendasi untuk manajemen konflik kepentingandalam pengembangan panduan praktis yang relevan dalam pelaksanaan  HTA yang melibatkan banyak pihak

  1. Proses formal harus dilaksanakan untuk menyikapi potensi konflik kepentingan sebelum melakukan pengembangan panduan
  2. Seluruh anggota tim penyusun panduan harus terlibat dalam diskusi konflik kepentingan dan seerapa signifikan hubungan yang akan dibentuk.
  3. Pihak yang terlibat, yang memiliki hubungan dengan industri, badan pemerintah, organisasi pelayanan kesehatan, atau perkumpulan khusus juga disertakan tanpa pengecualian, namun tim tersebut harus menentukan pengecualian yang disepakati bersama.
  4. Terdapat keterbukaan secara menyeluruh untuk pembaca panduan praktis mengenai laporan finansial dan/atau lainnya yang memiliki hubungan dengan industri, agen pemerintahan, organisasi peduli kesehatan atau masyarakat khusus

Referensi

[1]     Kaden RJ, Vaul JH, Palazola PA. Negotiating payment for new technology purchases. Healthc Finance Manage. 2002;56(12):44-8.

[2]     Goodman C, Snider G, Flynn K. Health Care Technology Assessment in VA. Boston, Mass: Management Decision and Research Center. Washington, DC: Health Services Research and Development Service; 1996.

[3]     C. S. Goodman and Roy Ahn. Methodological approaches of health technology assessment. International Journal of Medical Informatics 56 (1999) 97–105

[4]     J. Bultman. Health Technology assessment and Quality of Care, What’s in it on Transition Countries. 9th European Health Forum Gastein. 2006.

[5]     P. Brigitte. Health Technology Assessment based outcome research  in routine care – challenges and opportunities. Ludwig Boltzmann Institute of Health Technology Assessment, Vienna, Austria

[6]     M.Storm. Centralized HTA in the European Environment: Will We See a “Euro-NICE”?. IHS Healthcare and Pharma Blog. August 27, 2012.

(available online at http://healthcare.blogs.ihs.com/2012/08/27/centralized-hta-in-the-european-environment-will-we-see-a-euro-nice/)

[7]     World Health Organization. Health technology assessment of medical devices. WHO Medical device technical series ISBN 978 92 4 150136 1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s