Journal

Botol Air Mineral dan Toilet

Tidak terasa sudah hampir lima bulan saya tinggal di Taiwan. Selama itu pula saya menemukan hal baru, termasuk beberapa kebiasaan yang tidak umum dilakukan orang Indonesia. Salah satunya adalah kebiasaan ketika (maaf) buang air besar. hehe.. Orang Taiwan, seperti halnya orang Eropa, menggunakan toilet kering. Mereka tidak memakai air untuk (sekali lagi, maaf) c*bok, melainkan menggunakan tisu. Jadi semua toilet di dekat lab, di dekat ruang kelas, di stasiun MRT, atau di tempat umum lainnya hanya menyediakan kertas tisu untuk membersihkan ‘sisa-sisa’ yang menempel setelah buang hajat.

how-to-use-a-toilet-sticker-jingmei-MRT-station-taipei

image courtesy of http://ozsoapbox.com/taiwan/culture/psa-how-not-to-use-the-toilet-in-taiwan/

Bagi sebagian besar orang Indonesia, seperti halnya saya. Hal ini cukup merepotkan, karena menurut mereka (termasuk saya) menggunakan kertas tisu rasanya kurang bersih dan kurang afdol :p. Jadinya sebagian besar dari kami tidak pernah ‘nyetor’ ketika sedang berada di luar area asrama, kecuali kalau sedang di Masjid. Karena Masjid di Taipei menyediakan air di toilet. Untungnya saya sendiri belum pernah kebelet di luar area tadi, hehe.

Jadi solusinya? ada bermacam-macam. Ada beberapa teman saya yang ‘pasrah’ dan menggunakan kertas tisu. Lainnya menggunakan metode yang paling mainstream : bawa ember dan gayung. Ada juga yang menggabungkan tisu dan air. Caranya dengan membersihkan dulu pakai tisu, kemudian dituntaskan dengan air di ruang shower (jadi harus pakai celana dulu).. Hmm, kalau dipikir-pikir tambah lama kok tambah vulgar ya –“.

Sedangkan metode yang sedang ‘trend’ dan mulai mewabah saat ini adalah menggunakan botol air mineral (biasanya ukuran 1 liter). Metode ini saya gunakan sejak baru pertama kali tiba di Taiwan berkat ajaran salah satu teman sekamar.  Kalau dibandingkan dengan metode konvensional (ember), metode botol memiliki beberapa kelebihan. Misalnya air yang keluar lebih presisi dan tepat sasaran karena diamater leher botol yang kecil, bandingkan dengan gayung yang mungkin menyiram bagian-bagian lainyang tidak diinginkan. Karena lebih preisisi, metode botol lebih hemat air.

1348293471_440591668_1-Gambar--Jual-Botol-Plastik-Bekas

image courtesy of http://bandung.olx.co.id/jual-botol-plastik-bekas-iid-440591668

Yang paling penting, metode botol bisa menghindarkan mahasiswa Indonesia dari teguran manajemen  asrama. Berkali-kali, kami mendapat teguran dari pihak manajemen asrama karena lantai toilet jadi basah gara-gara kami (karena di toilet kering tidak ada lubang saluran pembuangan air di lantainya). Dengan siraman botol, air yang dipakai bisa langsung masuk ke kloset dan hampir tidak ada yang tumpah ke lantai.

Ternyata botol plastik bekas bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, salah satunya ya seperti yang saya uraikan tadi. Bagi teman-teman yang mungkin sedang melanglang buana ke luar negeri dan menghadapi kondisi sulit seperti saya, cara ini mungkin bisa membantu😀.

8 thoughts on “Botol Air Mineral dan Toilet

  1. sebenernya bersih pun kalu ga cebok, pake tisu basah, ku kemanamana pake tisu basah, ini soal kebiasaan sih.. sering kalu kemanamana bawa botol minum.. cuma masalahnya kebanyak orang ga mo pada guyur bekas pipis kan? jadi bau..

    • Kalau pipis juga pakai tius basah mbak, lebih tepatnya tisu kering yang dibasahin. Kalau BAB tetap pakai air.. Kalau disini tempat pipisnya otomatis, gak perlu disiram sudah keluar airnya sendiri.. haha (kok jadi ngomongin ginian ya :p )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s